Sri Mulyani Cium Aliran Dana ke Desa Fiktif, Fahri Hamzah Bereaksi: Dikeluhkan Tapi Tak Diselesaikan

Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menanggapi cerita Sri Mulyani soal adanya desa 'siluman' serta fiktif yang mendapat dana desa.

TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI
Fahri Hamzah Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (1/10/2017). TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menanggapi cerita Sri Mulyani soal adanya desa 'siluman' serta fiktif yang mendapat dana desa.

Kepada publik, Fahri Hamzah bahkan mengaku tahu penyebab dari persoalan yang diresahkan oleh Sri Mulyani tersebut.

Melalui laman media sosialnya, Fahri Hamzah pun mengurai cuitannya terkait dengan desa fiktif tersebut.

Diketahui sebelumnya, dikutip dari WartaKotaLive.com, Selasa (5/11/2019), Sri Mulyani menceritakan awal mula tahu adanya desa 'siluman'.

Ia mengaku mendapat informasi bahwa ada dana desa yang baru saja dibuat.

Desa itu tergolong desa baru.

"Karena kemarin kami mendengar dari salah satu pihak yang menyampaikan ada dana desa untuk desa yang baru saja dibuat," paparnya.

Ia lantas meminta agar desa baru tersebut melalui proses telaah.

"Jadi kita akan terus lihat karena sebenarnya ada mekanisme pembentukan desa, identifikasi siapa pengurusnya. Kita akan melihat seluruh prosedurnya," ucap Sri Mulyani.

Namun saat dilihat ada transfer dana setiap tahun namun tak ada penduduknya dalam desa tersebut.

Menurut Sri Mulyani, ada banyak pihak tak bertanggungjawab yang memanfaatkan membentuk desa baru.

"Karena adanya transfer ajek dana desa, ada desa-desa baru tidak ada penduduknya, tapi ada transfer tiap tahun," ungkapnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (5/11/2019), per-September 2019, Kementerian Keuangan melaporkan penyaluran dana desa mencapai Rp 44 triliun atau 62,9 persen dari pagu alokasi APBN yang sebesar Rp 70 triliun.

Angka penyerapan ini menurun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 63,2 persen atau Rp 37,9 triliun.

Sri Mulyani
Sri Mulyani ((KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI))
Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved