Tepis Tudingan Kota Preman, Polres Metro Bekasi Kota Ringkus 92 'Pak Ogah'

Aksi yang dilakukan kali ini adalah menggelar razia terhadap 'Pak Ogah' atau juru parkir di persimpangan lampu merah.

Tepis Tudingan Kota Preman, Polres Metro Bekasi Kota Ringkus 92 'Pak Ogah'
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Sebanyak 92 orang diamankan Polres Metro Bekasi Kota usai razia preman, pak ogah dan pelaku pungli di sejumlah wilayah di Kota Bekasi, Selasa, (5/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota terus berupaya menepis predikat Kota Bekasi sebagai Kota Preman usai viral aksi unjuk rasa sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang menuntut pengelolaan parkir di salah satu minimarket.

Aksi yang dilakukan kali ini adalah menggelar razia terhadap 'Pak Ogah' atau juru parkir di persimpangan lampu merah.

Selain itu, turut diamankan pelaku pungutan liar (timer) kendaraan niaga, lalu preman di stasiun, serta di UPTD KIR Bekasi.

"Kita lakukan razia hari ini dari pagi sampai sore, hasilnya ada 92 orang, semua bergerak dari Polres dan Polsek jajaran," kata Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana, Selasa, (5/11/2019).

Polisi ketika ditanya soal pidana yang bakal dikenakan terhadap 92 orang ini masih dalam tahap pendalam. Eka menyebut ada beberapa dari mereka melakukan pungli yang selanjutnya akan didalami lebih lanjut.

Sebanyak 92 orang diamankan Polres Metro Bekasi Kota usai razia preman, pak ogah dan pelaku pungli di sejumlah wilayah di Kota Bekasi, Selasa, (5/11/2019).
Sebanyak 92 orang diamankan Polres Metro Bekasi Kota usai razia preman, pak ogah dan pelaku pungli di sejumlah wilayah di Kota Bekasi, Selasa, (5/11/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Sementara jika dalam tahap penyelidikan beberapa dari mereka tidak terbukti melakukan pidana, polisi akan melakukan pembinaan agar muncul efek jera kepada para preman, pak ogah atau juru parkir yang diamankan.

"Sisanya itu, kategori preman karena dia ada di situ yang tidak seharusnya. Karena kita kan bekerja berdasarkan bukti, kalau buktinya ada, ada pelapornya, ada korbannya ya kita tindaklanjuti dengan penyidikan kenakan pasal pemerasam. Nah sekarang tugasnya kita ini lagi mencari korbannya siapa," jelas dia.

"Yang enggak ada bukti (pidana) ya kita identifikasi dulu. Kita berikan efek jera dulu, seperti SKCK, kita enggak akan keluarkan tuh atau dalam formnatnya dia ada catatan pernah diamankan polisi," jelas dia.

Sementara itu, M. Nuh (18), salah satu orang yang turut diamankan, mengatakan, sehari-hari dia biasa menjadi 'Pak Ogah' di Simpang Komsen, Jatiasih Bekasi.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved