Usai Viral Aksi Ormas Minta Jatah Parkir di Bekasi, Seorang Oknum Diringkus Polisi Palak Pedagang

Adapun dalam beraksi ketika itu, pelaku dieketahui terpengaruh minuman keras sehingga berbuat nekat mengancam menggunakan golok.

Usai Viral Aksi Ormas Minta Jatah Parkir di Bekasi, Seorang Oknum Diringkus Polisi Palak Pedagang
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana (tengah). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Setelah viral video sejumlah organisasi masyarakat (ormas) gelar aksi unjuk rasa minta jatah kelola parkir minimarket di Bekasi, kini giliran satu orang oknum anggota ormas diringkus polisi gara-gara melakukan aksi pemerasan ke pedagang menggunakan senjata tajam.

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana mengatakan, oknum anggota ormas ini berinisial MA.

Dia diringkus di kediamannya di daerah Tambun usai melakukan pemerasan terhadap pedagang di kawasan pertokoan Taman Harapan Baru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Sabtu, (2/11/2019) lalu.

"Jadi kasus ini berhasil kita ungkap setelah ada laporan masyarakat, seorang pedagang yang menjadi korban pemerasan, pelaku kita tangkap kemarin malam, Senin (4/11)," kata Eka di Mapolres Bekasi Kota, Selasa, (5/11/2019).

Ketika itu, MA melancarkan aksi seorang diri, bermodalkan golok, dia mengancam korban dan meminta uang. Korban kata Eka, sempat ingin memberikan uang sebesar Rp 150 ribu, tetapi pelaku menolak dan justru ingin melukah korban.

"Golok ini sebagai media dia dalam rangka mengancam, karena dia dikasi uang Rp 150 ribu enggak mau, dia ancam minta lebih, oleh korban ini ditolak dan dicegah tapi dia enggak mengindahkan akhirnya terjadilah pergumulan (perkelahian)," ujarnya.

Beruntung dalam insiden itu, korban tidak mengalami luka karena dapat diredam oleh warga sekitar.

Adapun dalam beraksi ketika itu, pelaku dieketahui terpengaruh minuman keras sehingga berbuat nekat mengancam menggunakan golok.

"Kalau dari keterangan yang bersangkutan sehari-hari dia (pelaku) di sana (TKP). Waktu itu dia dalam keadaan mabuk dia minta duit bawa golok," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved