Jasad Laki-laki Ditemukan Terbaring di Saluran Air Bintara Bekasi

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) memastikan tidak ada tanda-tanda bekas luka penganiayaan pada tubuh Rony.

Jasad Laki-laki Ditemukan Terbaring di Saluran Air Bintara Bekasi
Net
Ilustrasi tewas 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Jasad pria bernama Rony R Tangka (53), ditemukan di sebuah saluran air depan SD Negeri Bintara Jaya 1, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Selasa, (5/11/2019) malam.

Kapolsek Bekasi Kota, Kompol Parjana, mengatakan, penemuan jasad ini berawal dari informasi masyarakat yang melihat Rony dalam keadaan terlentang di dalam selokan dengan wajah tertutup payung berwarna hitam.

"Awalnya warga melihat ada jasad terbaring di selokan, kejadian malam itu setelah hujan kondisinya," kata Parjana.

Parjana menjelaskan, ketika ditemukan, Rony masih nampak mengebakan jas hujan dalamam kaos serta celana bahan berwarna hitam.

Warga yang pertama kali melihat sempat ragu apakah pria tersebut masih bernyawa atau tidak sampai akhirnya, ketua RW setempat mengecek langsung dan menghubungi polisi.

"Saksi-saksi kemudian membuka payung yang menutupi wajah korban, setelah dibuka ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Parjana.

Ketua KPU Tangsel Pastikan Partai Non Parlemen Tidak Bisa Daftarkan Bakal Calon Wali Kota

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) memastikan tidak ada tanda-tanda bekas luka penganiayaan pada tubuh Rony.

Jasadnya kemudian langsung dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk dilakukan visum dan dikembalikan ke keluarganya.

"Pihak keluarga sudah kita hubungi, dia warga Pondok Kopi, dari keterangan keluarga korban memang saat itu keluar rumah dan belum ada kabar sampai malam hari ditemukan jasadnya," jelas Parjana.

Adapun dari keterangan keluarga, Parjana memastikan, Rony meninggal dunia karena sakit.

Pria berusia 53 tahun itu memiliki riwayat sakit pada bagian dada, diduga pada saat berjalan penyakit pria tersebut kambuh dan terjatuh hingga masuk ke dalam saluran air.

"Jadi kemungkinan pada saat hujan dia berjalan lalu terjatuh, kejadian malam jadi tidak ada yang melihat langsung masuk ke dalam situ (saluran air)," terangnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved