Breaking News:

Polisi Bakal Usut Surat Tugas dari Bapenda Kota Bekasi Terkait Kelola Lahan Parkir di Minimarket

Surat tugas menjadi sorotan dalam kasus viral video ormas (organisasi kemasyarakat) yang diduga meminta paksa untuk dapat mengelola parkir

Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Arman saat dijumpai di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Selasa (15/10/2019). 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Aan Suhanda memberikan penjelasan terkait surat tugas yang disebut menjadi alasan Organisasi Masyarakat (Ormas) 'berani' meminta pengelolaan uang parkir di minimarket.

Aan menerangkan surat tugas itu baru dikeluarkannya pada Febuari 2019.

Surat tugas ini dikeluarkan sebagai juru parkir yang mengambil uang parkir di minimarket, bukan untuk ormas.

Satu surat tugas itu untuk satu orang atau satu jukir untuk satu titik. Dan itu tidak dikeluarkan untuk ormas.

"Surat tugas itu buat juru parkir, kita kasih masa berlaku sebulan. Tujuannya untuk evaluasi kalau memang satu bulan itu baik (jukir), kita perpanjang. Jadi mereka (jukir) kerja di kami," jelas Aan, kepada awak media, Selasa (5/11/2019).

Aan mengungkapkan dalam surat tugas tidak ada tulisan instruksi Walikota Bekasi seperti apa yang dituduhkan.

"Tidak ada tulisan dalam surat tugas itu bahwa itu instruksi Walikota. Kalau Instruksi Walikota itu kan buat Bapenda," ucap dia.

Nantinya, jukir itu akan dibekali rompi serta tiket resmi dari Bapenda untuk melakukan penarikan uang parkir.

Untuk mekanisme penyetoran hasil parkir itu, kata Aan, tergantung ramai atau tidaknya lokasi mininarket.

"Penerapan belum dilakukan penuh, masih terus digodok dan ada eveluasi-evaluasi. Tapi sudah keburu ramai duluan. Ini kita kan masih dalam uji coba buat gali pajak dari minimarket," jelas Aan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved