Walau Sedikit, Pemerintah Pastikan Senyawa yang Keluar dari Keran Air di Tangerang Adalah Minyak

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang klaim senyawa yang tercampur dengan air di kawasan Benda, Kota Tangerang adalah minyak.

Walau Sedikit, Pemerintah Pastikan Senyawa yang Keluar dari Keran Air di Tangerang Adalah Minyak
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Air diduga minyak tanah yang keluar dari keran warga, Sayuti (35) di kawasan di Kampung Rawabanban RT 03/06 Kelurahan Jurumudi Batu, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Senin (21/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang klaim senyawa yang tercampur dengan air di kawasan Benda, Kota Tangerang adalah minyak.

Senyawa campuran tersebut muncul di air keran milik Sayuti di kawasan Kampung Rawabanban RT 03/06 Kelurahan Jurumudi Batu, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Walau sedikit dan tidak seberapa, Kepala Dinas LH Kota Tangerang, Dedi Suhada mengatakan air keran yang keluar di rumah Sayuti kemungkinan minyak.

"Kalau berdasarkan hasil pengamatan luar, ini artinya kandungan minyak tidak terlalu besar sehingga tidak berimplikasi ke hal lebih membahayakan," jelas Dedi saat ditemui di ruangannya, Rabu (6/11/2019).

Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Juru Parkir Valet yang Terekam Kamera Curi Uang Pemilik Mobil

Ia menerangkan, memang pada tahun 1960-an pernah dilakukan upaya pengeboran minyak di kawasan tersebut namun, tidak membuahkan hasil.

Masih jadi dugaan, Dedi menuturkan, bisa saja keluarnya campuran minyak tersebut karena pengaruh pengeboran yang dilakukan puluhan tahun silam.

"Kemungkinan daerah itu ada potensi minyak tetapi kalau kata teman-teman provinsi juga relatif kecil, kandungannya sedikit. Ada potensi kandungan minyak tapi berdasarkan kajian mereka relatif sedikit," terang Dedi.

Menurutnya, fenomema alam yang baru pertama kali terjadi di Kota Tangerang itu sudah diteruskan ke Pemerintahan Pusat pada sebelumnya diambil alih oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten.

"Kita sudah lapor ke pihak Provinsi, malah itu menurut provinsi kalau berkaitan dengan mineral dan pertambangan urusannya nanti akan ditarik ke pusat bukan Provinsi lagi," jelas Dedi.

PSSI Sebut Liga 1 2020 akan Gunakan VAR, Latihan Sebelum Piala Dunia U-20 2021

Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved