Delapan Jam Diperiksa Penyidik Polisi, Kepala Bapenda Kota Bekasi Dicecar 59 Pertanyaan

Namun dia belum dapat memastikan apakah pemeriksaan masih akan berlanjut atau tidak. 

Delapan Jam Diperiksa Penyidik Polisi, Kepala Bapenda Kota Bekasi Dicecar 59 Pertanyaan
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BAHCTIAR
RM Purwadi, Kuasa Hukum Kepala Bapenda Kota Bekasi Aan Suhanda.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Aan Suhanda, diperiksa Polres Metro Bekasi Kota selama kurang lebih delapan jam, Kamis, (7/11/2019). 

Pemerikasaan ini berkaitan dengan penerbitan surat tugas pengelolaan parkir minimarket yang diduga terdapat indikasi tindak pidana korupsi penyalahguna wewenang. 

RM. Purwadi, kuasa hukum Aan Suhanda yang mendapingi selama proses pemeriksaan mengatakan, ada sebanyak 59 pertanyaan yang diajukan dua orang penyidik Polres Metro Bekasi Kota

"Tadi ada 59 pertanyaan, semua dijawab dengan baik dan benar, intinya dari mulai tupoksi-nya (tugas pokok dan fungsi) Bapenda, sampe dengan dia bisa mengeluarkan surat tugas," kata Purwadi. 

Pemeriksaan yang berlangsung dari jam 10.00 WIB hingga berakhir pujul 18.00 WIB itu juga membahas hasil retribusi parkir yang didapat dari penerbitan surat tugas pengelolaan parkir minimarket

"Sampai dengan bagaimana dia nendapatkan uang pungutan di bawah dan bagaimana uang-nya sampai ke kas daerah, semua sudah dijelaskan secara lengkap dengan bukti-bukti," tegas dia. 

Purwadi yakin hasil pemeriksaan hari ini sudah cukup jelas bahwa, kliennya tidak terbukti melakukan duagaan korupsi penyalahgunaan wewenang dalam jabatan sebagai kepala Bapenda Kota Bekasi

"Jauh daripada duagaan tersebut setelah hasil pemeriksaan. Kita bawa bekas sebagai bukti dan dasar dikeluarkannya surat tugas itu," imbuhnya. 

Pada pemeriksaan pertama ini, Purwadi juga memastikan tidak ada barang bukti atau berkas yang disita pihak kepolisian.

Namun dia belum dapat memastikan apakah pemeriksaan masih akan berlanjut atau tidak. 

"Sepertinya sudah cukup hasil keterangan tadi namun jika memang penyidik membutuhkan lagi, prinsipnya beliau tidak masalah dimintai keterangan," tegasnya. 

Pangkal masalah ini bermula ketika viral video aksi unjuk rasa Aliansi Ormas Kota Bekasi di salah satu minimarket di Jalan Raya Narogong Siliwangi, Rawalumbu, Kota Bekasi, beberapa hari lalu.

Dalih unjuk rasa Aliansi Ormas itu berkaitan dengan surat tugas yang dikeluarkan Bapenda Kota Bekasi terkait pengelolaan parkir minimarket.

Mereka menuntut pengusaha tunduk terhadap keinginan kerja sama pengelolaan parkir sesuai surat tugas tersebut. 

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved