Kepala Bapenda Kota Bekasi Diperiksa Polisi, Kuasa Hukum Sebut Kemungkinan Terkait Kisruh Ormas

Hingga tiga jam diperiksa, sekitar pukul 13.30 WIB, Aan belum juga menunjukkan tanda-tanda kelaur dari dalam gedung

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Ruang pemeriksaan terpadu Polres Metro Bekasi Kota, di Jalan Pramuka, Bekasi Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Aan Suhanda memenuhi panggilan Polres Metro Bekasi Kota yang berlangsung hari ini, Kamis, (7/11/2019).

Aan masuk ke gedung pemeriksaan terpadu Polres Metro Bekasi Kota di Jalan Pramuka, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, sekitar pukul 10.30 WIB.

Hingga tiga jam diperiksa, sekitar pukul 13.30 WIB, Aan belum juga menunjukkan tanda-tanda kelaur dari dalam gedung.

Kuasa Hukum Aan, RM. Purwadi yang mendampingi sempat keluar dan mengatakan bahwa proses masih berlangsung.

"Belum, masih berlangsung ya," kata Purwadi di depan gudang pemeriksaan terpadu Polres Metro Bekasi Kota.

Dia belum dapat merinci secara detail apa saja yang menjadi pertanyaan utama selama proses pemeriksaan berlangsung. Tetapi ketika ditanya soal kisruh organisasi masyarakat (ormas) perihal unjuk rasa penuntutan pengelolaan parkir minimarket, dia tidak menampik adanya indikasi ke arah itu.

"Saya enggak tahu arahnya ke sana, besar kemubgkinan. Sebab akibatnya karena itu juga, terkait masalah ormas," jelas dia.

Adapun dalam surat pemanggilan itu, tertuang surat perintah penyidikan nomor Sp.Lidik/2133/XI/2019/Restro Bekasi Kota tanggal 01 Nopember 2019.

Aan masih dalam surat pemanggilan yang dibuat Polres Metro Bekasi Kota diperintahkan untuk menemui penyidik Satuan Resort Kriminal AKP Untung Riswaji dan Aiptu Ismail Fachri.

Pemerikaan ini berkaitan untuk diminta keterangan atau klarifikasi adanya dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang jabatan atau penyimpangan dalam kegiatan pungutan retribusi parkir di wilayah Kota Bekasi.

Adapun pangkal masalah ini bermula ketika viral video aksi unjuk rasa Aliansi Ormas Kota Bekasi di salah satu minimarket di Jalan Raya Narogong Siliwangi, Rawalumbu, Kota Bekasi, beberapa hari lalu.

Dalih unjuk rasa Aliansi Ormas itu berkaitan dengan surat tugas yang dikeluarkan Bapenda Kota Bekasi terkait pengelolaan parkir minimarket. Mereka menuntut pengusaha tunduk terhadap keinginan kerja sama pengelolaan parkir sesuai surat tugas tersebut.

Batang Pohon yang Ditebang di Jalan Cikini Raya Tak Bisa Dimanfaatkan untuk Produk Daur Ulang

Kasudin Kehutanan Jakarta Pusat Sebut Pohon yang Ditebang di Jalan Cikini Raya Berjumlah 34

Aan beberapa hari lalu mengakui surat tugas itu benar dikeluarkan lembaganya sebagai bentuk uji coba penarikan pajak parkir minimarket sesuai revisi peraturan daerah.

Adapun pangkal masalah pengelolaan parkir minimarket ini bermula ketika Pemkot Bekasi memiliki ambisi untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Selama ini, parkir minimarket dianggap memiliki potensi besar dalam menyumbang pendapata kas daerah.

Formulasi untuk dapat memasukkan potensi pajak parkir itu kemudian dituangkan dalam revisi perda pajak nomor 10 tahun 2009 yang mencantumkan pajak parkir minimarket, restoran dan sejenisnya.

Revisi dilakukan periode 2019 ini, awal tahun sejak februari, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mulai melakukan uji coba dengan menerbitkan surat tugas kepada sejumlah juru parkir yang dipilih untuk mengelola area minimarket.

Namun dalam praktiknya, sejumlah ormas justru memakai dalih surat tugas itu untuk menggelar aksi unjuk rasa di salah satu minimarket menuntut pengelolaan parkir. Mereka memiliki pandangan, apa yang dilakukan semata untuk membantu program pemerintah.

Padahal secara garis besar, perda penarikan pajak parkir minimarket belum berjalan secara menyeluruh. Hasil uji coba niatnya akan dijadikan bahan evaluasi untuk membuat aturan berupa peraturan wali kota yang mengatur petunjuk teknis dan pelaksanaan pengelolaan parkir nantinya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved