UPDATE Jasad Surono Dicor di Bawah Musala: Istri&Anak; Tersangka, Motif Asmara, Beda Cerita Keduanya

Istri dan anak ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Surono (51) oleh Penyidik Polres Jember, Kamis (7/11/2019).

UPDATE Jasad Surono Dicor di Bawah Musala: Istri&Anak; Tersangka, Motif Asmara, Beda Cerita Keduanya
SURYAMALANG.COM/Istimewa
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat menanyai Bahar, anak mendiang Surono yang jasadnya dikubur di bawah musala. 

Kepada Kepala Dusun Juroju, Misli, Bh bercerita jika dia bermimpi ayahnya.

Dia pun menghubungi ibunya, dan bertanya keberadaan ayahnya. Ibunya menjawab kalau ayahnya sudah mati.

Dia pun bertanya siapa yang membunuh ayahnya. Sang ibu menjawab kalau yang membunuh ayah sambungnya, Jumarin.

Cerita ini kemudian dituturkan kepada Misli, yang kemudian berlanjut menjadi pelaporan ke Polsek Ledokombo.

Tetapi Busani memiliki cerita lain saat diperiksa polisi.

Busani menuturkan, yang membunuh Surono adalah sang anak, Bh.

Bh memukul Surono memakai linggis, dan menguburnya di tempat itu.

Polisi memang menemukan sebuah linggis di bawah jasad Surono.

Motif Asmara dan Rebutan Warisan

Polisi membongkar lantai musala di mana Surono dikuburkan di bawahnya. (surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik)
Polisi membongkar lantai musala di mana Surono dikuburkan di bawahnya. (surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik) (Tangkapan Layar Surya.co.id)

Ada Motif Dendam Asmara atau Rebutan Warisan di Balik Pengecoran Jasad dalam Musala di Jember

Polisi memeriksa tujuh orang saksi terkait dikuburnya Surono (51) warga Dusun Juroju Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo, di bawah musala dalam rumahnya, hingga Selasa (5/11/2019).

Dari informasi yang dihimpun Surya, ketujuh orang itu terdiri atas, antara lain, istri Surono Bu, anak Surono Bh, suami siri Bu berinisial J, dua orang perempuan yakni H, dan I, juga seorang tukang berinisial L.

Tiga orang pertama yakni Bu, Bh, dan J sudah dimintai keterangan sejak jasad Surono ditemukan terkubur di tempat itu, Senin (4/11/2019).

Jasad Surono ditemukan setelah polisi menggali kubur dalam tanah tersebut.

Sedangkan dua orang saksi lagi yakni H, dan I memiliki hubungan dengan Surono, dan Bu (istri Surono.

H adalah teman Bu, sedangkan I adalah perempuan yang disebutkan memiliki hubungan asmara dengan Surono.

Hal ini disebutkan oleh Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal di sela-sela pemeriksaan saksi di Mapolsek Ledokombo, Selasa (5/11/2019).

"Hari ini ada tambahan saksi lagi yakni saudari H, dan I. H ini berkaitan dengan istri korban karena berteman dekat. Sedangkan I berkaitan dengan korban S (Surono), yang dikabarkan pernah memiliki hubungan asmara. Semua masih kami dalami, terutama berkaitan dengan motif. Jika motif ini sudah bisa dipastikan, maka orang yang saat ini masih dugaan pelaku, bisa kami tetapkan sebagai tersangka," ujar Alfian.

Sedangkan L diperiksa di Mapolsek Ledokombo mulai Selasa (5/11/2019) sore.

L ini disebut sebagai tukang yang mengecor tanah di atas urukan jasad Surono.

Selain meminta keterangan dari ketujuh orang saksi, polisi juga akan mendatangkan psikiater dari Polda Jatim.

Psikiater itu dibutuhkan untuk memeriksa kejiwaan Bu, serta memeriksa keterangannya. Sebab, Bu memberikan keterangan yang berubah-ubah dalam beberapa kali pemeriksaan oleh penyidik.

"Saksi sekaligus istri korban ini beberapa kali pemeriksaan memberikan keterangan yang berubah-ubah. Berkelit-kelit juga. Sedangkan anak korban memberikan keterangan yang cenderung tetap. Karenanya, kami akan datangkan psikiater dari Polda Jatim untuk memeriksa istri korban ini," lanjut Alfian.

Dari pemantauan Surya di Mapolsek Ledokombo, penyidik secara intensif memeriksa sejumlah saksi antara lain Bu, dan suami siri Bu, J.

Polisi juga menjemput saksi L, kemudian memeriksanya di kantor Polsek itu. Sedangkan H, dan I diperiksa di tempat masing-masing.

Pemeriksaan saksi ini untuk mengerucutkan motif yang dicurigai oleh polisi. Polisi menemukan, sedikitnya dua motif dalam pembunuhan Surono.

Pertama, dendam karena asmara, dan kedua rebutan warisan.

Para saksi tersebut diharapkan membantu mengurai misteri terkuburnya Surono selama tujuh bulan di bawah musala di dapur rumahnya.

Dari pemeriksaan sementara, keterangan Bu menyebutkan kalau anaknya, Bh yang membunuh sang suami, Surono. Pembunuhan dilakukan di rumah tersebut pada Mei 2019 lalu.

Lokasi penguburan jenazah Surono kemudian dijadikan musala, dan ruang di sekitarnya adalah dapur.

Sedangkan Bh mengaku kalau yang membunuh ayahnya adalah ibunya. Bh mengaku kalau dirinya baru pulang dari Bali pada 2 November setelah mendapatkan kabar kalau ayahnya meninggal dunia.

Bh ditemani perangkat dusun setempat kemudian melapor ke Mapolsek Ledokombo.

"Atas semua keterangan itu sudah kami cocokkan, dan telusuri. Apakah memang benar, atau hanya alibi masing-masing," tegas Alfian.

Dalam wawancara kepada Surya, Alfian mengaku heran dengan keluarga itu, terutama istri Surono. Jika mendengar suaminya meninggal, setidaknya dari sisi perasaan, perempuan itu akan sedih.

RW 12 Pela Mampang Disebut Kampung Kumuh, Begini Kondisinya

Cerita Aipda Heru, Pewarna Foto Jadul: Pernah Tolong Seorang Wanita Warnai Foto Kakeknya yang Hilang

Pasar Anyar Tangerang Segera di Revitalisasi, Pemkot Tangerang Masih Bingung Relokasi Pedagang

'Nah ini, katanya suaminya meninggal tapi kok nggak sedih. Terus malah pacaran sama lelaki yang kemudian menjadi suami sirinya (J). Bahkan keduanya juga kumpul sejak Mei lalu sampai Oktober kemarin," lanjut Alfian.

Sementara itu, Sejak Selasa (5/11/2019) dini hari, Bu dibawa ke Mapolres Jember sebagai lokasi perlindungan.

Sedangkan J tidur di Mapolsek Ledokombo. Anak Surono, Bh juga diinapkan di Mapolres Jember.

Ketiga orang ini sejak awal meminta perlindungan kepada polisi. Status ketiganya adalah saksi.

Seperti diberitakan, jasad Surono dicor, diuruk, juga kemudian dikeramik di lokasi yang menjadi tempat shalat di dalam rumah tersebut.

Tempat shalat atau musala kecil itu menjadi sebuah tempat shalat, satu bulan setelah Surono diketahui hilang sejak Mei 2019. Musala itu menyatu dalam dapur di belakang rumah itu. Dapur itu berdiri sekitar enam bulan lalu, atau sebulan setelah Surono 'hilang'.

Polisi mendapatkan laporan dugaan Surono dikubur di rumah itu pada Minggu (3/11/2019) malam.

Akhirnya lokasi penguburan Surono dibongkar pada Senin (4/11/2019) pagi. (SuryaMalang.com)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved