UMK Tangerang 2020

Apindo Kota Tangerang Ancam Pindahkan Pabrik Jika Buruh Ngotot Kenaikan UMK 12 Persen

Apindo Kota Tangerang tidak menghendaki kalau kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota atau UMK di Kota Tangerang mencapai 12 persen.

Apindo Kota Tangerang Ancam Pindahkan Pabrik Jika Buruh Ngotot Kenaikan UMK 12 Persen
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Ketua Apindo Kota Tangerang Ismail saat ditemui di kantor Dinas Ketenagakerjaan, Cikokol, Kota Tangerang, Jumat (8/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang tidak menghendaki kalau kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota atau UMK di Kota Tangerang mencapai 12 persen seperti yang diinginkan oleh DPD KSPSI Provinsi Banten.

Ketua Apindo Kota Tangerang Ismail mengungkapkan, bahwa pihaknya menginginkan upah naik sebesar 8,51 persen berdasarkan PP No 78/2015 tentang Pengupahan.

"Kita mengikuti peraturan pemerintah dan kita hormati PP No 78 tahun 2015," kata Ismail di kantor Dinas Ketenagakerjaan, Cikokol, Kota Tangerang, Jumat (8/11/2019).

"Kita Apindo sepakat UMK tahun 2020 naik 8,51 persen," sambungnya.

Persita Tangerang Hadapi Martapura FC Pada Laga Perdana Babak 8 Besar Liga 2 2019

Sebab, lanjut Ismail, pergerakan ekonomi di Indonesia terutama di Kota Tangerang sedang lesu.

Maka dari itu apa bila UMK Kota Tangerang naik 12 persen akan merusak iklim perindustrian dan merusak kompetisi pasar antar industri di Kota Tangerang.

"Perusahaan agak berat untuk menaikkan upah. Apalagi jika naik sampai 12 persen," keluh Ismail.

"Dampaknya kemana-mana. Karena nanti banyak orang bikin pergudangan saja yang lebih murah daripada bikin pabrik yang sangat pusing," lanjutnya.

Bila tetap naik 12 persen, maka tidak menutup kemungkinan para pengusaha di Kota Tangerang akan memindahkan pabrik mereka ke kota lain yang memiliki UMK rendah.

"Tidak menutup kemungkinan akan relokasi pabrik yang di Tangerang ke Boyolali atau Brebes yang upah minimum di bawah Rp 2 juta," kata Ismail.

Live Streaming Timnas U-19 Indonesia Vs Hong Kong Live RCTI, Fakhri Husaini Waspadai Hal Ini

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Rakhmansyah mengatakan memang terjadi gesekan antara keinginan serikat buruh dengan penetapan UMK oleh pemerintah.

Namun, ia menjelaskan kalau keputusan kenaikan UMK 2020 di Kota Tangerang nantinya akan ada di tangan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

"Makanya kebijakanya kami ini hanya bahas, kemudian menuangkan dan usulkan," ungkap Rakhmansyah.

"Kebijakan nanti ada di Wali Kota. Kita sebatas khusus membuat nilai-nilai angka yang nanti akan disampaikan," tandasnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved