Interceptor 001 Hadir di Drainase Cengkareng, Angkut 100 Kg Sampah Plastik Perhari

Untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia, The Ocean Cleaneup yang dipimpin oleh Boyan Slat menghadirkan Interceptor 001.

Interceptor 001 Hadir di Drainase Cengkareng, Angkut 100 Kg Sampah Plastik Perhari
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana Interceptor 001 di drainase Cengkareng, PIK, Jakarta Utara, Jumat (8/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia, The Ocean Cleaneup yang dipimpin oleh Boyan Slat menghadirkan Interceptor 001.

The Ocean Cleanup merupakan organisasi lingkungan rekayasa non pemerintah yang berbasis di Belanda dan mengembangkan teknologi untuk mengekstraksi polusi plastik dari lautan.

Dan, Interceptor merupakan nama alat yang diberikan perusahaan tersebut, yang berguna untuk mengangkut sampah sebelum sampai di lautan.

Untuk uji coba pertamanya, Interceptor diboyong ke Indonesia dan saat ini berada di drainase Cengkareng (Cengkareng Drain), Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Lima Warung Makan Tutup Imbas Perbaikan Jembatan, Warga Bambu Apus Tangsel Minta Kompensasi

Selain itu, Interceptor dinilai ramah lingkungan karena menggunakan tenaga surya dengan baterai lithium-ion sehingga dapat beroperasi siang dan malam tanpa suara bising ataupun mengeluarkan asap. 

Untuk sistem kerjanya alat ini akan mengangkut sampah dan kemudian akan disortir.

Saat ini, hasil sampah yang berhasil diangkut oleh Interceptor 001 masih ditampung di dalam karung.

Selanjutnya, berdasarkan pernyataan resmi dari Founder and CEO of The Ocean Cleanup, Boyan Slat, saat ini sudah ada empat Interceptor yang ada di dunia.

Dua diantaranya telah beroperasi di Jakarta (Indonesia) dan Klang (Malaysia).

Halaman
12
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved