Kisah Ari, PPSU Pondok Kopi Bantu Anak Yatim dan Dhuafa Bersama Laskar Dompet Yatim

Akhmad Sokari (30), PPSU Pondok Kopi, Jakarta Timur. (ISTIMEWA/Dokumentasi pribadi)

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
zoom-inlihat foto Kisah Ari, PPSU Pondok Kopi Bantu Anak Yatim dan Dhuafa Bersama Laskar Dompet Yatim
ISTIMEWA/Dokumentasi pribadi
Suasana Laskar Dompet Yatim saat memberikan bantuan ke sejumlah anak yatim.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK KOPI - "Saya cuma pengin jadi orang yang berguna bagi orang lain".

Itulah satu kalimat yang sering diucapkan Akhmad Sokari alias Ari (30).

Ari merupakan seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Akhmad Sokari (30), PPSU Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Akhmad Sokari (30), PPSU Pondok Kopi, Jakarta Timur. (ISTIMEWA/Dokumentasi pribadi)

Sejak kecil, ia tak memiliki cita-cita layaknya orang kebanyakan.

Jika orang lain sejak kecil memiliki cita-cita ingin menjadi dokter, masinis dan lain sebagainnya, Ari selalu menjawab hanya ingin menjadi orang berguna.

"Kalau ditanya apa cita-cita saya. Jawabannya sederhana saja. Ya seperti itu," ucapnya di Jakarta Timur, Jumat (8/11/2019).

Saat masih bujangan, Ari mengatakan hatinya mulai terketuk untuk berbagi terhadap sesama.

Berawal dari teman ngumpul bareng atau satu tongkrongan, kemudian dirinya menggagas untuk saling perduli satu sama lain.

"Karena dari dulu cita-citanya begitu, akhirnya saya sama temana main itu memutuskan untuk saling berbagi. Waktu itu sekitar 15 orang setuju untuk berbagi dengan anak yatim dan diketuai oleh Aab Bin Hamid," sambungnya.

Layaknya usaha, saat perintisan awal donasi untuk anak yatim dan dhuafa tentunya mengalami banyak kendala.

Beberapa kendala biasanya terjadi saat mencari donatur.

"Namanya baru, kita masih cari dana dari teman ke teman. Akhirnya tiap kali memberikan donasi itu baru bisa ke 10 sampai 15 anak yatim dan dhuafa aja," ungkapnya.

Namun, semenjak Ari bergabung bersama pasukan oren ia mulai mengajak rekan satu timnya untuk ikut menyumbang dan menyisihkan sebagian rezekinya.

Apa yang dilakukannya pun disambut positif oleh rekan PPSU Kelurahan Pondok Kopi yang berjumlah 85 orang.

Hingga akhirnya, teman satu tongkrongan bersama PPSU membentuk suatu wadah yang diberi nama Laskar Dompet Yatim.

Laskar Dompet Yatim adalah sebuah wadah perkumpulan atau kominitas yang terdiri dari pemuda-pemudi yang cinta dan peduli terhadap anak yatim.

Satu diantara anggotanya ialah PPSU Pondok Kopi yang bergabung bersama anak muda di Jalan Rawa Jaya RT 3/4, Pondok Kopi, Jakarta Timur.

"Saat ini untuk kita donasi dari dermawan kita kelola sendiri dengan niat karena Allah SWT. Insya Allah kami menjaga amanah ini," jelas Ari.

Dari Belasan Jadi Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa

Memiliki banyak anggota, tentunya semakin banyak yang bahu membahu untuk mencari dana.

Sejak 4 tahun lalu, Ari mengatakan donasi yang masuk sudah bisa diberikan untuk puluhan anak yatim dan dhuafa.

"Alhamdulillah, dana dari donatur bisa dibagikan untuk minimal 75 anak yatim dan 10 dhuafa," jelasnya.

Selain itu, donasi ini juga sudah mulai rutin dilakukan setiap 3 bulan sekali.

"Sekarang mulai banyak bantuan seperti melalui postingan whatsapp ataupun media sosial lainnya. Alhamdulillah sekira Rp 20 juta pasti dapat. Makanya kita rutin 3 bulan sekali berbagi bersama anak yatim dan dhuafa. Apalagi saat ini kita juga dibantu oleh rekan-rekan dari RPTRA," ungkapnya.

Makin banyak dikenal, Laskar Dompet Yatim akhirnya memiliki beberapa bantuan lain.

Sehingga saat ini bukan hanya bantuan dan saja melainkan berlibur bersama dengan anak yatim dan dhuafa.

"Alhamdulillah kita dari PPSU, teman tongkrongan saya dan pihak RPTRA bisa berlibur bersama para anak yatim dan dhuafa juga," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved