Polri Siap Investigasi Desa Fiktif yang Manfaatkan Anggaran Negara

Markas Besar Kepolisian RI memastikan akan menindak tegas apabila ada pelanggaran hukum terkait dengan beredarnya kabar adanya desa fiktif

Polri Siap Investigasi Desa Fiktif yang Manfaatkan Anggaran Negara
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Markas Besar Kepolisian RI memastikan akan menindak tegas apabila ada pelanggaran hukum terkait dengan beredarnya kabar adanya desa fiktif di Indonesia.

Mereka pun telah menerjunkan tim khusus untuk mengungkap adanya isu tersebut.

Penegasan itu disampaikan oleh Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo saat ditemui awak media di Gedung Bhayangkari, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

"Dari Polda Sultra sudah membentuk tim. Tim itu akan melakukan investigasi dulu berdasarkan fakta-fakta hukum yang ditemukan, apakah ada pelanggaran pidana atau tidak, kalau ada, pidana apa yg dilakukan baik seseorang maupun orang lain," kata Dedi.

Hingga saat ini, Dedi menyatakan, pemeriksaan kasus adanya kabar desa fiktif masih dalam tahap penyelidikan. Nantinya, apabila ditemukan fakta hukum, kepolisian akan meningkatkan menjadi penyidikan.

"Nanti akan didalami dulu berdasarkan fakta hukum, penyelidikan dulu. Kalau menemukan suatu tindak pidana baru ditingkatkan menjadi penyidikan. Penyidikan itu baru menemukan tersangka," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut kemunculan desa-desa baru disebut ditujukan agar adanya kucuran dana desa yang mengalir kepada pihak-pihak tertentu.

Sri Mulyani menerima laporan banyak desa tak berpenduduk yang dibentuk agar bisa mendapat kucuran dana desa secara rutin tiap tahunnya.

"Kami mendengar beberapa masukan karena adanya transfer ajeg dari APBN maka sekarang muncul desa-desa baru yang bahkan tidak ada penduduknya. Hanya untuk bisa mendapatkan (dana desa)," ujar Sri Mulyani di depan anggota Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Pemohon SKCK di Polres Metro Depok Meningkat Drastis Jelang Pembukaan Tes CPNS

Tak Terima Sang Keponakan Dihamili, Keluarga Keroyok Kekasih SW Sampai Babak Belur

Sri Mulyani menilai pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan momen dengan membentuk desa baru agar mendapat aliran dana desa secara rutin.

Halaman
123
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved