Sempat Bikin Macet, Proyek Galian Utilitas Pemprov DKI Justru Ditunda Hingga Tahun Depan

Ditunda karena proyek pelebaran trotoar di lokasi yang sama dan harusnya lebih dulu dikerjakan

Sempat Bikin Macet, Proyek Galian Utilitas Pemprov DKI Justru Ditunda Hingga Tahun Depan
TribunJakarta/Bima Putra
Pelat baja yang digunakan menutup bekas proyek galian utilitas di Jalan Otto Iskandar Dinata di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (8/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pelaksanaan proyek galian utilitas di Jalan Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Jatinegara yang mendapat teguran dari Satlantas Polres Metro Jakarta Timur dipastikan ditunda.

Kasatpel Bina Marga Kecamatan Jatinegara, Cahyo Edi Wibowo mengatakan pengerjaan ditunda karena proyek pelebaran trotoar di lokasi yang sama dan harusnya lebih dulu dikerjakan ditunda.

"Setelah kami dapat kabar dari teman-teman di Dinas Bina Marga, proyek galian utilitas itu akan di-pending (tunda). Karena nanti tahun depan akan dikerjakan berbarengan dengan pembangunan trotoarnya," kata Cahyo di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (7/11/2019).

Lantaran dihentikan galian proyek utilitas milik Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta yang ditangani pihak ketiga bakal ditutup dan kembali diaspal.

Cahyo menuturkan lubang yang hingga sore ini belum diaspal dan hanya ditutup pelat baja paling cepat diaspal jelang tengah malam ini.

"Rencananya malam ini atau paling lama besok akan ditutup kembali dengan aspal sesuai dengan eksisting jalan yang ada," ujarnya.

Pengerjaan proyek galian utilitas di Jalan Otto Iskandar Dinata sendiri dimulai dari perempatan Cawang Kompor hingga Terminal Kampung Melayu.

Perihal keluhan pengendara yang mempertanyakan letak galian karena berada di badan jalan, Cahyo menyebut karena pelaksana mengikuti titik pelebaran trotoar.

"Lebar (trotoar) variatif ya. Ada yang 2 atau 2,5 meter akibat konsisten lajur. Kenapa dibuat demikian? Untuk menghindari bottle neck (penyempitan) jalan. Jadi ada konsistensi lajur," tuturnya.

Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur AKBP Suhli menegur pelaksana proyek galian utilitas yakni PT Sarana Anugerah Perdana (SAP) pada Kamis (7/11/2019).

Suhli mempertanyakan izin analisis dampak lalu lintas (Andalalin) karena pihaknya tak menerima laporan pengerjaan proyek.

Sempat Buron, Pelaku Pencabulan 4 Bocah di Jakarta Timur Diringkus Polisi

Renovasi Rumah Warga yang Hancur Tertimpa Tower Roboh di Depok, Semua Kerugian Diganti

Padahal izin Andalalin yang jadi penentu rekayasa lalu lintas dilakukan dikeluarkan oleh Satlantas Polres Metro Jakarta Timur dan Dinas Perhubungan.

"Karena di sini harus ada andalalin, solusinya bagaimana? Apa yang harus dilakukan agar jangan sampai ada kemacetan setiap hari. Ini proyek sampai kapan saya juga tidak tahu sampai kapan pelaksanaannya," kata Suhli, Kamis (7/11/2019).

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved