Breaking News:

Suami Pulang Kerja Dengar Suara Tak Biasa, Terbongkar Perselingkuhan Istrinya & Perwira Polda Bali

Nasib nahas menimpa seorang pria berinisial GD yang tinggal di Jalan Pemogan, Bali.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Siti Nawiroh
(Tribun Bali/Rino Gale)
GD saat dimintai keterangan di Dit Krimum Polda Bali, Kamis (7/11/2019). 

Menulis memberikan kesempatan untuk menuangkan pikiran dan perasaan seseorang.

Dengan membiarkan diri menulis apapun yang dirasakan akan membantu Anda untuk berpikir jernih dan mengontrol emosi.

3. Jadwalkan "Waktu Khawatir" 

Anda mungkin perlu menjadwalkan "waktu khawatir”.

Dalam waktu tersebut Anda bisa menuangkan perasaan khawatir, terobsesi, maupun membuat gambar-gambar frustasi.

Jika merasa cemas di luar jadwal "waktu khawatir”, Anda bisa mengingatkan diri sendiri untuk memenuhi jadwal yang sudah dibuat.

Tujuannya adalah, agar pikiran intuisif tersebut tidak mengambil alih waktu Anda sepanjang waktu.

Seiring waktu, percayalah, intensitas "waktu khawatir” Anda akan berkurang.

4. Anggap pikiran seperti remote control 

Anda bisa mencoba untuk membayangkan pikiran Anda layaknya TV yang bisa dikendalikan dengan remote control.

Saat teringat hal-hal yang membuat Anda merasa sakit hati, maka ubahlah saluran ke sesuatu yang lebih menarik.

Anda mungkin bisa membayangkan memori positif tentang orang lain atau harapan masa depan.

5. Renungkan kembali apa manfaat Anda marah 

Kadang kala ketika mengalami kasus perselingkuhan, terbesit rasa untuk marah, mengamuk, atau melakukan hal-hal negatif.

Jika hal tersebut muncul dalam bayangan Anda, maka bertanyalah kembali pada diri sendiri: “Apa manfaat dari dari sikap saya.

Apakah ini mengatasi situasi ini?”

6. Lakukan beberapa hal yang bisa menenangkan diri 

Saat merasa trauma akibat perselingkuhan, maka Anda bisa mencoba beberapa langkah untuk menenangkan diri.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan misalnya relaksasi otot progresif, berolahraga, mengobati penyakit fisik, makan-makanan seimbang, pijat, meditasi, serta berdoa.

7. Carilah dukungan yang tepat

Saat Anda merasa trauma, maka jangan mengisolasi diri dari orang lain.

Anda bisa mencari dukungan positif dari orang-orang terdekat untuk membantu keluar dari masalah atau sekadar berbagi tentang beberapa hal yang membuat resah.

Anda juga bisa mencari dukungan dengan mencari bacaan yang tepat.

8. Konseling dengan profesional

Anda juga bisa mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikiater untuk mengobati perasaan trauma Anda.

Ingatlah, bahwa bertemu psikiater bukan berarti Anda gila.

Hal ini memang masih menjadi sesuatu yang kerap kali disalahpahami masyarakat.

Padahal, bertemu dengan psikiater bisa menjadi bantuan besar untuk mengatasi rasa trauma Anda.

Dengan bertemu psikiater, mereka bisa membantu mencarikan cara yang tepat untuk membuat Anda sembuh dari trauma.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Layangan Putus, Ini Cara Sembuhkan Trauma Akibat Perselingkuhan"

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved