Kabinet Jokowi Maruf Amin

Tambah Posisi Wakil Menteri, Presiden Diminta Akomodir Milenial NU

Jika, mengacu hasil exit poll lembaga Indikator Politik Indonesia, menyebutkan suara NU yang ke pasangan 01 berjumlah 56,3 persen.

Tambah Posisi Wakil Menteri, Presiden Diminta Akomodir Milenial NU
ISTIMEWA/Tribunnews
Para menteri Kabinet Indonesia Maju di depan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menjelang pelantikan Rabu pagi (23/10/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat politik, Ali Rif’an, menilai komposisi Kabinet Indonesia Maju mencerminkan komposisi kabinet akomodatif, bukan zaken kabinet.

Menurutnya, kabinet akomodatif tersebut mengakomodasi secara faktual pihak-pihak yang telah berjasa memenangkan pertarungan pemilihan presiden (pilpres) 2019.

“Sekarang kita lihat kabinet yang ada kabinet akomodatif, bukan zaken," kata
mantan Manajer Riset Poltracking Indonesia itu, saat dihubungi, Jumat (8/11/2019).

Pelukan Surya Paloh dengan Sohibul Iman Disindir Jokowi, Diimbau Tak Remehkan & Dikomentari Sandiaga

Untuk itu, dia meminta, pemerintah mempertimbangkan sosok milenial berlatar belakang organisasi masyarakat (ormas) menempati posisi di pemerintahan.

Apalagi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan Presiden Joko Widodo akan menambah 6 wakil menteri lagi di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. 

Menurut dia, sosok milenial ormas sejauh ini belum terakomodir.

Dia menilai, pemerintah baru mengakomodir milenial berlatar belakang profesional dan milenial partai politik.

“Seharusnya kelompok-kelompok yang paling berjasa memenangkan kompetisi diakomodir. Milenial ormas perlu diakomodir, tidak cukup hanya milenial dari profesional dan milenial partai,” ujar Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia itu.

Sebelumnya, berdasarkan nama-nama yang masuk radar survei pakar dan public opinin makers (POM) lembaga Arus Survei Indonesia yang digelar 26 Februari-12 Maret 2019, kelompok milenial yang masuk kabinet baru dari milenial profesional Nadiem Makarim dengan menjabat Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan milenial partai Angela Tanoesoedibjo yang menduduki pos Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Padahal ada juga milenial ormas seperti Witjaksono yang masuk radar survei ASI.

Witjaksono merupakan pengusaha muda NU yang punya prestasi gemilang karena sukses mendirikan dua perusahaan Tbk saat usia 34 tahun, masuk Local Champions 2017 oleh majalah Forbes, jadi Ketua KorNas Pertanian PBNU Kementan, dan lain-lain.

Jika, mengacu hasil exit poll lembaga Indikator Politik Indonesia, menyebutkan suara NU yang ke pasangan 01 berjumlah 56,3 persen.

Dari data itu menunjukkan bahwa NU di Pilpres 2019 merupakan ormas yang berada di garda terdepan memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Hal itu terbukti dari banyaknya suara warga NU yang ke pasangan 01.

“Tentu saya cukup kaget jika tidak ada representasi NU di kabinet, padahal dari data kami dan lembaga survei lainnya, mayoritas pemilih 01 itu berasal dari NU,” katanya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved