Warga Menjerit, Pembangunan Jembatan Bambu Apus Bikin Usaha Kelontong Lumpuh

Tak tanggung-tanggung tertulis di papan proyek, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tangsel menggelontorkan dana sebesar Rp 1,3 miliar.

Warga Menjerit, Pembangunan Jembatan Bambu Apus Bikin Usaha Kelontong Lumpuh
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Perbaikan jembatan di Jalan Departemen Agama, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (8/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Warga Jalan Departemen Agama, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), tak habis pikir, jembatan yang mulanya bolong karena banyaknya truk yang melintas harus diperbaiki sampai sedemikian besar hingga sama sekali menutup jalan.

Jembatan yang dimaksud sebenarnya hanya menyebrangi got besar selebar tak sampai dua meter yang mengalir di bawahnya.

Namun perbaikan yang dilakukan sampai meninggikan jalan dan dibuat sepanjang sekira 50 meter.

Tak tanggung-tanggung tertulis di papan proyek, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tangsel menggelontorkan dana sebesar Rp 1,3 miliar.

Terlebih, pekerjaan perbaikan jembatan itu sampai memakan waktu 140 hari.

Alin (44), pedagang kelontong yang pemasukannya menurun drastis pasca adanya perbaikan jembatan di Jalan Departemen Agama, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (8/11/2019).
Alin (44), pedagang kelontong yang pemasukannya menurun drastis pasca adanya perbaikan jembatan di Jalan Departemen Agama, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (8/11/2019). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Mirisnya, tidak adanya akses jalan membuat usaha warga seperti, warung kelontong dan warung makan di sekitarnya lumpuh.

Mereka kehilangan konsumen lantaran tidak ada lagi yang lewat jalan itu. Akses dibuat memutar jauh hanya untuk melewati jalan 50 meter.

Salah satu pemilik warung dan rumah makan di sekitar proyek itu adalah Alin (44).

Semenjak perbaikan jembatan itu dimulai dua bulan lebih lalu, penghasilannya menurun drastis. Sementara warung Tegal (warteg)nya harus tutup karena tidak ada yang membeli.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved