UMK Tangerang Selatan 2020

Pengusaha Ngeluh Kenaikan UMK Tangsel 2020, Prediksi Industri Kecil Banyak Tutup

"Kenaikan 3,8 sudah cukup tinggi di Tangsel. Warnanya sudah kuning menjelang merah. Artinya beberapa industri besar," kata dia

Pengusaha Ngeluh Kenaikan UMK Tangsel 2020, Prediksi Industri Kecil Banyak Tutup
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Sekretaris Apindo Tangsel, Yaqub Ismail, di Serpong, Tangsel, Jumat (8/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan prediksi kenaikan upah minimum kota (UMK) Tangsel 2020 yang mencapai 8,51%.

Menurut Sekretaris Apindo Tangsel, Yaqub Ismail, UMK Tangsel yang saat ini berlaku sebesar Rp 3,8 juta saja sudah membuat dua industri besar tutup.

Terlebih bagi industri kecil. Meskipun tidak menyebutlan jumlahnya, ia yakin banyak yang tutup.

"Kenaikan 3,8 sudah cukup tinggi di Tangsel. Warnanya sudah kuning menjelang merah. Artinya beberapa industri besar seperti Sandratex dan Surya Siam Keramik, industri besar tutup di Tangsel," ujar Yaqub saat Rapat Apindo Tangsel di Rrstoran Telaga Seafood, Serpong, Tangsel, Jumat (8/11/2019).

"Belum yang kecil-kecil menengah itu bisa dikonfirmasi, satu bulan berapa dia menandatangani penutupan BPJS. Dengan rekomendasirekomendasi BPJS, artinya industri tersebut sudah tidak lagi beroperasi," tambahnya.

Yaqub mengatakan, kenaikan 8,51% menjadi Rp 4,1 juta sudah sangat tinggi.

Pemerintah harus campur tangan untuk menekan angka kenaikan itu.

"Yang pasti angka tersebut cukup tinggi, industri keberatan, apa lagi ditambah rekomendasi tahun tahun ini mencapai 4,1 poin sekian di Tangsel. Ini sudah sangat tinghi sekali," ujarnya.

Peran pemerintah menjadi penting, karena mau tidak mau, besaran UMK sangat mempengaruhi dunia usaha yang buntutnya sangat berhubungan dengan pekerja.

"Situasi dunia usaha yang akan berdampak pada pekerja," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved