PSI Soroti Penyertaan Modal Daerah untuk Proyek JIS yang Mengalami Kenaikan Drastis

Idris menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebaiknya menyisir ulang dan berani memotong anggaran.

PSI Soroti Penyertaan Modal Daerah untuk Proyek JIS yang Mengalami Kenaikan Drastis
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Idris Ahmad saat ditemui di kantornya, Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad, menyebut penyertaan modal daerah untuk proyek Jakarta International Stadium (JIS) naik dua kali lipat.

"PMD untuk PT Jakarta Propertindo bertambah hampir dua kali lipat dari Rp 2,4 triliun menjadi Rp 4,6 triliun untuk pembangunan JIS," kata Idris saat dihubungi Wartawan, Sabtu (9/11/2019).

Kemudian, sambungnya, PMD untuk revitalisasi Taman Ismail Marzuki, prasarana LRT koridor Kelapa Gading-JIS, dan Formula E pun turut naik.

Namun, Idris tak menyebut detail ihwal nominal dari proyek-proyek tersebut.

"Imbasnya, PMD untuk Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya mengalami penurunan drastis," ujar Idris.

Sebaiknya, kata Idris, pemerintah provinsi DKI Jakarta memotong anggaran yang melonjak drastis.

Driver Ojol Penghuni Rusun Griya Tipar Cakung Tewas dengan 11 Luka Tusuk

Idris mengatakan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI 2020 membengkak Rp 4,5 triliun.

"Catatan kami anggaran belanja tahun 2020 masih bengkak Rp 4,5 triliun," kata Idris.

Karenanya, Idris menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebaiknya menyisir ulang dan berani memotong anggaran.

"Bukan prioritas untuk menghindari pembengkakan anggaran belanja," ucap Idris.

Kata Idris, agar anggaran belanja dapat sesuai dengan proyeksi pendapatan, Pemprov DKI seharusnya melakukan pemotongan sebesar Rp 6,5 triliun.

"Sampai saat ini, masih belum ada pegangan data hasil rekapitulasi pembahasan yang komprehensif dan rapi. Kami khawatir angka-angkanya masih belum sesuai dengan yang Gubernur minta," kata Idris.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved