UMK Tangerang Selatan 2020

UMK Tangerang Selatan 2020, Wakil Wali Kota Usulkan Serikat Pekerja Punya Saham Perusahaan

Adu aspirasi antara serikat pekerja dan asosiasi pengusaha tengah ramai di berbagai kota menyusul penggodokan UMK Tangerang Selatan 2020.

UMK Tangerang Selatan 2020, Wakil Wali Kota Usulkan Serikat Pekerja Punya Saham Perusahaan
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Benyamin Davnie ramaikan bursa Pilkada Tangerang Selatan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG UTARA - Adu aspirasi antara serikat pekerja dan asosiasi pengusaha tengah ramai di berbagai kota menyusul penggodokan UMK Tangerang Selatan 2020.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Federasi Serikat Buruh Readymix Konstruksi (FSBRK) Tangsel mengharapkan kenaikan UMK mencapai 15%.

Sedangkan Apindo Tangsel merasa sudah sangat keberatan dengan wacana kenaikan 8,51%.

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, berharap serikat pekerja dan asosiasi pengusaha bisa menemukan titik temu.

Pasalnya, yang menjadi buntut dari ketidaksepahaman antar kedua kubu itu adalah konflik.

Pekerja bisa mogok kerja, sedangkan pengusaha bisa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Benyamin mengutarakan usulnya agar setiap perusahaan yang memiliki saham terbuka agar menjual sahamnya kepada serikat pekerjanya.

"Makanya saya pernah usul dulu, bahwa ketika perusahaan menjual saham di lantai bursa, maka sekian persen dijualkan kepada karyawannya. Kalau karyawan pemilik saham, saya berharap komunikasi itu akan lebih intens," ujar Benyamin selepas menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian Tangerang Selatan (WHTR) di Hotel Marilyn, Serpong Utara, Sabtu (9/11/2019).

Anies Baswedan dan Jusuf Kalla Hadiri Groundbreaking Masjid Apung di Ancol

Simon McMenemy Sudah Tak Berminat Dampingi Timnas Indonesia saat Hadapi Malaysia

Dengan kepemilikan saham itu, pekerja akan menjadi bagian dari perusahaan secara kebijakan.

Alhasil, setiap permasalahan bisa diselesaikan dengan dialog yang lebih dekat.

"Dijual jangan ke orang lain dulu, ke serikat dulu atau dilepas di bursa saham sekian persen, ke dalam sekian persen, tinggal potong gaji atau buka koperasi," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved