12 Tahun Cetak Buku KIR Palsu, Ayah dan Anak Kini Meringkuk Bersama di Penjara

Polres Metro Jakarta Utara membongkar sindikat pembuat buku Uji Kendaraan Bermotor atau KIR palsu berkedok biro jasa.

12 Tahun Cetak Buku KIR Palsu, Ayah dan Anak Kini Meringkuk Bersama di Penjara
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Polisi saat merilis kasus pembuatan buku KIR palsu yang dilakukan pasangan ayah dan anak. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Polres Metro Jakarta Utara membongkar sindikat pembuat buku Uji Kendaraan Bermotor atau KIR palsu berkedok biro jasa yang dilakukan pasangan ayah dan anak.

Kedua tersangka yakni BS (67) beserta sang anak RA (35) diamankan di rumah sekaligus tempat mereka usaha di kawasan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin malam.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto, mengatakan pelaku telah melakukan aksi seperti ini sejak 12 tahun silam.

"Pada awalnya, tersangka BS, selaku ayah dari RA, dia membuka biro jasa dari 2007 lalu," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Minggu (10/11/2019).

"Dalam prosesnya, dia sudah melakukan pemalsuan terhadap beberapa pekerjaan yang diurus biro jasa tersebut," sambungnya.

Budhi mengatakan, setelah menurunkan ilmu curangnya kepada sang anak, maka saat ini sindikat ayah dan anak ini telah berganti posisi.

"Kini RA yang bertugas melakukan pemalsuan KIR, sedangkan BS yang membuka biro jasa untuk mencari pelanggan," kata Budhi.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya.

Di antaranya 811 lembar stiker masa uji berkala (730 stiker kosong dan 81 stiker sudah dicetak), 405 buku KIR, 6 lempeng plat peneng Dishub, komputer, beserta mesin cetak, 15 kartu pengawasan izin penyelenggaraan angkutan barang, empat pack stiker transparan kuning.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, lantaran sudah beroperasi sejak 12 tahun silam, pasangan ayah dan anak ini sudah mengantongi omzet miliaran rupiah dari aksi kejahatannya ini.

Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengambil untung Rp 280 ribu per buku KIR palsu yang dikeluarkannya. Padahal untuk harga resminya hanya Rp 92 ribu.

"Keuntungan minimal Rp 10 Miliar dulu dia beroperasi di daerah Senen. Sekarang mereka mencetak memalsukan dengan pesanan kepada sebagian besar angkutan barang ada juga yang merupakan angkutan penumpang (bus)," ujar Wirdhanto.

Atas perbuatannya, pasangan ayah dan anak ini pun harus meringkuk bersama di tahanan lantaran dikenakan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.

Saat ini polisi pun masih memburu satu orang lain dalam sindikat ini. (*) 

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved