Kena Razia, Manusia Silver Disebut Satpol PP Tangsel Minta Sumbangan untuk Yayasan Hanya Kedok

Manusia silver sudah menjadi fenomena di Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka meminta-minta berkedok sumbang yayasan.

Kena Razia, Manusia Silver Disebut Satpol PP Tangsel Minta Sumbangan untuk Yayasan Hanya Kedok
Istimewa/Satpol PP Tangsel
Satpol PP Tangsel dan Dinsos Tangsel merazia manusia silver. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Manusia silver sudah menjadi fenomena di Tangerang Selatan (Tangsel).

Jika biasanya mengecat tubuh dengan warna mengkilap dilakukan manusia patung dan mengandalkan estetika untuk mengharap imbalan, manusia silver bergerak dan aktif meminta sumbangan.

Agung (18) saat meminta uang kepada warga yang baru turun dari angkutan umum di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019).
Agung (18) saat meminta uang kepada warga yang baru turun dari angkutan umum di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Dari orang tua sampai anak-anak menjadi manusia silver, biasanya mereka terlihat di persimpangan jalan besar di Tangsel.

Membawa kotak bertuliskan nama yayasan tertentu, mereka mengaku akan mengalokasikan dana hasil meminta-minta di jalan untuk menumbang ke yayasan tersebut.

Namun Taufiq, Kasie Oprasional dan Pengendalian Satpol PP Tangsel mengatakan, sumbangan ke yayasan itu hanya kedok.

"Buat dialah. Itu atas nama yayasan apa, saya lupa itu. Cuma dia buat pribadi enggak mungkin buat disetor ke yayasan," ujar Taufiq saat dihubungi awak media, Sabtu (9/11/2019).

Menurut Taufiq, uang yang terkumpul hasil meminta-minta itu untuk memperkaya diri sendiri.

"Kebutuhan ekonomilah, nyari duit," tukasnya.

Taufiq mengatakan para manusia silver itu datang justru dari luar Tangsel.

Halaman
123
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Siti Nawiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved