Musim Penghujan, Pemkot Bekasi Klaim Lakukan Sejumlah Kegiatan Antisipasi Banjir

Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan sejumlah kegiatan antisipasi bencana banjir.

Musim Penghujan, Pemkot Bekasi Klaim Lakukan Sejumlah Kegiatan Antisipasi Banjir
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sebagian toko di sepanjang Jalan Raya Sektor 5 Babelan, Kabupaten Bekasi memilih tutup lantaran jalan tergenang banjir sejak dini hari. TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan sejumlah kegiatan antisipasi bencana banjir yang kerap melanda beberapa titik di wilayah setempat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Yudhianto, mengatakan, ada lima kegiatan utama yang dilakukan pihaknya sepanjang musim kemarau untuk antisipasi kemungkinan banjir.

Lima kegiatan itu diantaranya, melakukan normalisasi kali di beberapa titik, perbaikan sistem drainase, pembuatan polder air, pemeriksaan pompa air di beberapa polder dan kantung air.

"Kelima adalah perbaikan turap kali yang longsor seperti di Kali Bekasi dan beberapa kali lain di Kota Bekasi," kata Yudhianto, saat dikonfirmasi, Minggu, (10/11/2019).

Dari data yang diterima TribunJakarta.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB), setiap musim penghujan, ada sedikitnya 49 titik banjir di Kota Bekasi.

Namun hal itu rupanya telah berkurang setelah proses atisipasi seperi misalnya pembangunan polder dan normalisasi kali serta perbaikan drainase.

"Dari jumlah titik banjir itu saat ini sudah berkurang menjadi 36 titik, memang ada beberapa titik yang masih mengalami genangan tapi hal itu bisa surut dalam waktu satu jam," jelas dia.

Lokasi mejadi langganan banjir seperti di Perumahan Pondok Hijau Permai misalnya, Yudhianto, menyebutkan, beberapa tahun lalu lokasi itu kerap tergenang banjir, namun sejauh ini kondisinya berbeda, hanya ada genangan yang ketinggiannya 30 sentimeter.

"Cuma masih ada beberapa perumahan yang belum hilang sama sekali, tuntas titik-titik genangan ya, posisinya seperti itu. Misalnya ada satu perumahan luasnya satu hektar, hampir 1000 atau 2000 meternya sudah mulai hilang (banjir), cuma masih ada. Atau ketinggian air, kalau tadinya ketinggian air 100 sentimeter sekarang sudah mulai berkurang menajdi 30 sentimeter," jelas dia. (*)

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved