Penanganan Banjir di Kota Bekasi Belum Bisa Dituntaskan

Antisipasi penanganan banjir dilakukan sepanjang tahun untuk meminimalisir dampak banjir di wilayah setempat.

Penanganan Banjir di Kota Bekasi Belum Bisa Dituntaskan
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Jalan Sultan Agung Kota Bekasi macet 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Yudhianto, mengatakan, penanganan masalah banjir sejauh ini belum dapat dituntaskan secara keseluruhan akibat beberapa faktor.

Dia menjelaskan, memasuki musim penghujan, masalah yang setiap tahun muncul di Kota Bekasi adalah bajir di beberapa titik pemukiman warga maupun jalan.

Antisipasi penanganan banjir dilakukan sepanjang tahun untuk meminimalisir dampak banjir di wilayah setempat.

"Memang untuk penanganan banjir belum bisa dituntaskan secara keseluruhan. Masih perlu terkait dengan restrukturisasi, pembangunan konstruksi dan juga budaya masyarakat yang harus disikapi bersama," jelas Yudhianto, saat dikonfimasi, Minggu, (10/11/2019).

Di Kota Bekasi dari data yang dikumpulkan pihaknya masih ada 39 titik banjir, angka itu diklaim menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 49 titik banjir.

Hanya saja kata dia, beberapa kawasan perumahan seperti Pondok Gende Permai (PGP), Perumahan Dosen IKIP, dan beberapa perumahan lain masih rawan tergenang banjir saat musim hujan tiba. Hal ini disebabkan belum maksimalnya sistem drainase maupun polder air yang ada ketika volume air sungai meningkat.

"Penanganannya tidak hanya dilakukan Dinas Bina Marga saja, tapi juga harus melibatkan beberapa UPTD terkait, kemudian juga keterlibatan masyarakat terutama akibat sampah yang menghambat saluran-saluran yang ada di saluran pembuangan di Kota Bekasi ini," paparnya.

Meski begitu, sepanjang tahun, pihaknya terus melakukan upaya antisipasi. ada lima kegiatan utama yang dilakukan pihaknya sepanjang musim kemarau untuk antisipasi kemungkinan banjir.

Lima kegiatan itu diantaranya, melakukan normalisasi kali di beberapa titik, perbaikan sistem drainase, pembuatan polder air, pemeriksaan pompa air di beberapa polder dan kantung air.

"Kelima adalah perbaikan turap kali yang longsor seperti di Kali Bekasi dan beberapa kali lain di Kota Bekasi," kata Yudhianto.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved