Nikah Massal Gratis di Depok

Acara Nikah Massal Gratis di Depok, Ini Persyaratannya

“Untuk yang pria juga wajib sudah memiliki penghasilan, karena untuk menafkahi istri dan anaknya kelak,” kata Abu Asha

TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Banner acara nikah massal gratis terpampang di Masjid Al Maghfiroh, Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS – Untuk kali ke-tiga, Forum komunikasi pendengar Radio Fajri Kota Depok menyelenggarakan acara nikah massal gratis pada tanggal 22 Desember 2019 mendatang di Masjid Al –Maghfiroh Jalan Raya Bogor, Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok.

Pada tahun 2016, acara tersebut berlangsung untuk yang pertama kalinya di Masjid Al- Huda Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Kota Depok.

Kemudian, acara ke-dua berlangsung pada tahun 2018 silam tepatnya pada tanggal 1 April bertempat di Masjid Agung Al Muhajirin, Pancoran Mas, Kota Depok.

Dikonfirmasi TribunJakarta.com, Abu Asha selaku panitia nikah massal gratis tersebut mengatakan ada sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi oleh ratusan hingga ribuan orang yang telah mendaftarkan diri.

Abus Asha menjelaskan, persyaratan tersebut diantaranya sudah memiliki pasangan, bukan pasangan yang sudah menikah siri, menyertakan surat keterangan tidak mampu (SKTM), dan khusus warga yang berdomisili di Jabodetabek.

“Untuk yang pria juga wajib sudah memiliki penghasilan, karena untuk menafkahi istri dan anaknya kelak,” kata Abu Asha pada TribunJakarta.com, Senin (11/11/2019).

Abu mengatakan, banyak pasangan calon peserta nikah massal gratis yang gagal lantaran sudah lebih dulu hamil.

Cara Mudah Main Truth or Dare di Instagram, Lihat Petunjuknya di Sini: Tanpa Aplikasi Pihak Ketiga

Mayat Pria dalam Koper di Bogor Diperkirakan Dibunuh 5 Hari Sebelumnya

Soroti Kedekatan Barbie Kumalasari & Irfan Sebaztian, Elly Sugigi Sindir Pedas Irma Darmawangsa

“Tidak jarang yang daftar ke kami ini 50persen sudah terjadi kecelakaan, artinya hamil duluan, tapi tentu kami tolak yang seperti itu tidak boleh kami nikahkan,” kata Abu.

Sebelumnya diberitakan, , latar belakang diadakan acara nikah massal gratis tersebut adalah berangkat dari keprihatinan pihaknya terhadap generasi muda saat ini.

“Latar belakangnya keprihatinan melihat anak generasi muda semakin turun akhlaknya, mereka tak kenal waktu dan malu berpasang-pasangan dengan yang bukan muhrimnya. Pacaran itu bukan budaya Islam, mereka mengambil budaya yang bukan agamanya sendiri, padahal untuk menikah itu kan ta’aruf, tapi ini pacaran menontonkan hawa nafsunya,”pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved