Anies Baswedan Bantah Revitalisasi Trotoar Jadi Biang Kemacetan di Jakarta

Menurutnya, kemacetan yang semakin parah disebabkan oleh jumlah kendaraan pribadi, baik roda dua ataupun roda empat

Anies Baswedan Bantah Revitalisasi Trotoar Jadi Biang Kemacetan di Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Kondisi trotoar jalan di kawasan Salemba Raya, Jakarta Pusat sedang direvitalisasi, Senin (11/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta belakangan ini sedang getol merevitalisasi sejumlah trotoar di ibu kota.

Tak hanya memperbaiki dan mempercantik trotoar-trotoar tersebut, Pemprov DKI pun turut memperlebar ukuran trotoar itu.

Hal ini pun kerap disebut sebagai biang keladi kemacetan yang semakin parah di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menanggapi hal tersebut dengan santai.

Menurutnya, kemacetan yang semakin parah disebabkan oleh jumlah kendaraan pribadi, baik roda dua ataupun roda empat yang semakin bertambah pesat.

"Setahu saya yang bikin macet itu mobil dan motor ya, bukan trotoarnya," ucapnya, Senin (11/11/2019).

"Panjang jalan di Jakarta itu segitu tidak berubah, jumlah kendaraan bermotornya yang meningkat banyak," tambahnya.

Dijelaskan Anies, Jakarta sendiri masuk jajaran kota dengan jumlah pejalan kaki paling sedikit se-dunia.

Ratusan Orang Ingin Ikut Program Nikah Massal Gratis di Depok, Kuota yang Tersedia Cuma 25 Pasangan

Marko Simic Cetak Empat Gol, Persija Jakarta Tumbangkan Borneo FC 4-2

Untuk itu, Anies menyebut, pihaknya kini sedang bekerja keras untuk meningkatkan jumlah pejalan kaki dengan melakukan revitalisasi trotoar.

"Kita perhatikan semua kota modern seperti Jakarta dengan kegiatan interaksi yang amat intensif sekali punya fasilitas pejalan kaki yang baik. Itu yang mau ikut dorong," ujarnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Selain merevitalisasi trotoar, Anies menjelaskan, pihaknya kini tengah berupaya terus mengembangkan integrasi antar moda transportasi umum melalui program JakLingko.

Melalui program ini, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun mengklaim terjadi peningkatan pengguna moda transportasi umum yang signifikan pada tahun 2019 dibandingkan 2017 lalu.

"Jumlah pengguna kendaraan umum di tahun 2017 itu sekira 340-an ribu. Sekarang sudah meningkat di atas 700 ribu penumpang," tuturnya.

"Artinya lebih banyak warga yang menggunakan kendaraan umum. Itu yang bisa mengurangi kemacetan," tambahnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved