Disebut Terlalu Cinta Pacar, Wanita Ini Rela Ajak Muridnya Hubungan Intim Bertiga di Indekos Sewaan

V jadi korban persetubuhan atas ajakan gurunya yang berdalih minta diantar jalan-jalan.

TribunBali.com/ Ratu Ayu Desiani
Polisi menunjukkan barang bukti dan dua pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur, Kamis (7/11/2019) 

Orangtua V tak terima dan melaporkan kasus tersebut ke kepolisian pada, Rabu (6/11/2019).

Saat ini Wartayasa seorang pegawai kontrak di Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah diciduk polisi di rumahnya.

Begitu juga dengan Darmaningsih yang baru 1,5 tahun bekerja di SMK tersebut sebagai guru bahasa.

Nyusul Baim Wong ke Jogja, Paula Verhoeven Beri Kejutan & Hadiahi Sandal Jutaan Rupiah: Murah Meriah

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto mengatakan awalnya si pria meminta sang pacar yang ternyata adalah selingkuhannya ini dicarikan perempuan.

"Pelaku laki-laki (Wartayasa) yang meminta kepada pelaku perempuan (Darmaningsih) untuk dicarikan perempuan yang mau diajak berhubungan seks bertiga. Kemudian pelaku perempuan menyanggupi dan dicarikan salah satu siswa di sekolah yang dia ajar," katanya dikutip TribunJakarta.com di TribunBali.com, Jumat (8/11/2019).

Berawal dari film

Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut Wartayasa saat ditemui TribunBali.com, Kamis (7/11/2019) di Mapolres Buleleng.

Mulanya pria yang sudah berkeluarga ini mengirimkan video porno berhubungan intim bertiga kepada Darmaningsih.

Awalnya ia hanya bercanda meminta dicarikan perempuan untuk diajak hubungan intim bertiga.

Polisi menunjukkan barang bukti dan dua pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur, Kamis (7/11/2019)
Polisi menunjukkan barang bukti dan dua pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur, Kamis (7/11/2019) (TribunBali.com/ Ratu Ayu Desiani)

Ia mengaku tindakannya kepada korban terobsesi dari video yang dikirimkan ke selingkuhannya.

"Saya terobsesi dari video. Saya pacaran sama dia (Darmaningsih) sudah hampir dua tahun. Saya juga sudah berkeluarga,"

"Saya awalnya hanya bercanda, akhirnya pacar saya (Darmaningsih) bilang salah satu siswanya ada yang bisa diajak begitu," ujar Wartayasa.

Setelah korbannya sudah ada, Darmaningsih mengaku mengajak korban terlebih dulu untuk jalan-jalan.

Hingga akhirnya pergi ke indekos Wartayasa dan terjadilah perbuatan tak senonoh kepada korban.

Follow juga:

"Awalnya saya minta dia buat menemani saya jalan-jalan. Kami ketemu tanggal 26 Oktober di depan GOR Singaraja. Kemudian saya minta buat diantar ketemu sama cowok saya (Wartayasa) di kosannya. Sampai di kos di dalam kamar, kami awalnya hanya ngobrol-ngobrol biasa. Kemudian terjadilah perbuatan itu," ujar Darmaningsih.

Pelaku pria dikenal karyawan yang rajin

Mendengar karyawannya jadi pelaku pencabulan membuat Kepala BKPSM Buleleng, Gede Wisnama terpukul.

Pasalnya ia mengenal sosok Wartayasa yang merupakan karyawan rajin.

"Kinerjanya sangat baik. Segala tugas-tugasnya terselesaikan. Makanya saya kaget sekali menerima informasi seperti ini," ujar Wisnama.

4 Pekerja Serabutan Gauli 2 Gadis di Bawah Umur, Pelaku Pakai Lampu Senter untuk Isyarat

Kabar ini juga membuatnya kaget dan tak menyangka, Wartayasa yang telah bekerja di BKPSDM sejak 2010 terlibat kasus pencabulan.

"Saya kaget sekali dan baru mengetahui informasi ini dari rekan-rekan media. Kemarin memang sempat dia tidak masuk kerja karena izin sakit. Tentu saya sebagai pimpinan benar-benar kaget.

Kami menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian," ucapnya saat ditemui di ruang kerja, Kamis (7/11/2019).

Lebih lanjut Wisnama mengatakan jika Wartayasa terbukti bersalah di pengadilan maka ia tercancam dipecat.

"Tapi ini karena ulahnya sendiri yang melanggar disiplin pegawai, tentu kami akan melakukan tindakan tegas. Bila di Pengadian dia terbukti bersalah, kontraknya akan kami putus," jelasnya.

Terancam 15 tahun

Akibat perbuatannya, Wartayasa dengan pasal 82 ayat (1) dan (2) dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Sementara untuk Darmaningsih dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 82 ayat (1), (2) dan (3) Jo pasal 81 ayat (1) dan (2) dengan ancaman 15 tahun penjara ditambah sepertiga dari hukuman, mengingat yang bersangkutan merupakan seorang tenaga pendidik.

(TribunJakarta.com/ TribunBali.com)

Penulis: Siti Nawiroh
Editor: Kurniawati Hasjanah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved