Jasad Diduga Penyelam yang Hanyut di Perairan Sangiang Dibawa ke RS Polri Kramat Jati

Kabid Yandokpol RS Polri Kramat Jati Kombes Agung Widjajanto mengatakan jasad yang belum teridentifikasi itu berjenis kelamin laki-laki

Jasad Diduga Penyelam yang Hanyut di Perairan Sangiang Dibawa ke RS Polri Kramat Jati
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Jasad WNA diduga penyelam yang hanyut di perairan Pulau Sangiang saat tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Satu dari tiga jasad diduga penyelam warga negara asing (WNA) yang hanyut di perairan Pulau Sangiang, Provinsi Banten pada Minggu (3/11/2019) dikirim ke RS Polri Kramat Jati.

Jasad yang ditemukan seorang nelayan di wilayah Lampung pada Senin (11/11/2019) sekira pukul 06.15 WIB tersebut dibawa dari menggunakan helikopter ke Halim Perdana Kusuma.

Dari sana, jenazah selanjutnya dibawa menggunakan mobil jenazah RS Polri Kramat Jati berpelat 1275-18 yang tiba di Instalasi Forensik sekira pukul 17.18 WIB.

Kabid Yandokpol RS Polri Kramat Jati Kombes Agung Widjajanto mengatakan jasad yang belum teridentifikasi itu berjenis kelamin laki-laki.

"Setelah ini kita melakukan pemeriksaan dalam rangka melakukan identifikasi. Jenazah yang baru saja ditemukan itu belum bisa kita tentukan identitasnya, harus melalui pemeriksaan," kata Agung di RS Polri Kramat Jati, Senin (11/11/2019).

BREAKING NEWS - Satpam Komplek di Cilincing Dibacok oleh Geng Motor Hingga Tewas

Anies Baswedan Bantah Revitalisasi Trotoar Jadi Biang Kemacetan di Jakarta

Disebut DPRD Tak Serius Tanganani Banjir, Begini Jawaban Anies Baswedan

Lantaran kondisi jasad sudah tak mungkin dikenali secara fisik, proses identifikasi melalui prosedur Disaster Victims Identification (DVI).

Agung menuturkan lamanya proses identifikasi bergantung pada data pembanding antemortem (sebelum kematian) yang diserahkan keluarga.

Data antemortem dari keluarga inti nantinya disandingkan dengan data posmortem (sesudah kematian) sampai akhirnya cocok.

"Tergantung dari data pembanding. Kalau untuk pemeriksaan kita selalu berusaha secepat dan semaksimal mungkin. Saat ini kita juga sudah mulai pemeriksaan," ujarnya.

Pantauan TribunJakarta.com tak lama jenazah dibawa masuk ke instalasi forensik RS Polri, sejumlah anggota Basarnas tiba.

Empat orang anggota Basarnas berseragam lengkap tersebut bergegas masuk ke instalasi forensik didampingi Agung dan Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo.

Sebagai informasi, tiga penyelam yang hanyut yakni atas nama Tan Xuz Tao, Wan Bzng Yang, Tian Yu, yang dua di antaranya merupakan WN China dan satu WN Singapore.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved