Merasa Nama Baik Sekolah Dicemarkan, SMA Gonzaga Gugat Balik Ortu yang Anaknya Tidak Naik Kelas

Menurutnya, pihak Gonzaga juga memiliki hak untuk mengajukan gugatan balik.

Merasa Nama Baik Sekolah Dicemarkan, SMA Gonzaga Gugat Balik Ortu yang Anaknya Tidak Naik Kelas
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Kuasa hukum SMA Kolese Gonzaga, Edi Danggur, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Senin (11/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Kuasa hukum SMA Kolese Gonzaga Edi Danggur mengatakan pihaknya bakal menggugat balik Yustina Supatmi selaku orangtua murid yang anaknya tidak naik kelas.

Menurutnya, pihak SMA Kolese Gonzaga juga memiliki hak untuk mengajukan gugatan balik.

"Itu sangat wajar. Dan kami sudah pasti akan ajukan gugatan balik. Pasti," kata Edi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu (11/11/2019).

Ia menyebut nama baik Gonzaga tercemar semenjak Yustina melayangkan gugatan perdata.

"Sekolah kami dicemarkan di mana-mana, diadukan ke mana-mana. Wajar dong," ujarnya.

"Tapi nanti d igugatan yang sama kita akan gugat balik. Itu pasti," tambah dia.

Sementara itu, Hakim Lenny Wati Mulasimadhi menunda persidangan hingga 30 hari ke depan sampai adanya hasil mediasi.

Sebelumnya, Yustina Supatmi selaku orangtua BB menggugat SMA Kolese Gonzaga lantaran sang anak dinyatakan tidak naik kelas.

Pada perkara ini, Yustina menggugat Kepala SMA Kolese Gonzaga Paulus Andri Astanto, Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) Bidang Kurikulum Himawan Santanu, Wakepsek Bidang Kesiswaan Gerardus Hadian Panamokta, dan guru Sosiologi Kelas XI Agus Dewa Irianto.

Ia pun turut menggugat Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta.

Yustina juga meminta Hakim menghukum para tergugat dengan membayar ganti rugi materil Rp 51,683 juta dan imateril Rp 500 juta.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved