Nikah Massal Gratis di Depok

BREAKING NEWS Nikah Massal Gratis Bakal Diselenggarakan di Depok, Catat Tanggalnya

Forum komunikasi pendengar Radio Fajri Kota Depok, menyelenggarakan acara nikah massal gratis pada tanggal 22 Desember 2019

BREAKING NEWS Nikah Massal Gratis Bakal Diselenggarakan di Depok, Catat Tanggalnya
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Banner acara nikah massal gratis terpampang di Masjid Al Maghfiroh, Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS – Forum komunikasi pendengar Radio Fajri Kota Depok, menyelenggarakan acara nikah massal gratis pada tanggal 22 Desember 2019 mendatang.

Bertempat di Masjid Al-Maghfiroh Jalan Raya Bogor nomor 61, Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok, acara tersebut merupakan kali ke-tiga sejak yang pertama pada tahun 2016 silam.

Abu Asha selaku panitia penyelanggara menjelaskan, latar belakang diadakan acara nikah massal gratis tersebut adalah berangkat dari keprihatinan pihaknya terhadap generasi muda saat ini.

“Latar belakangnya keprihatinan melihat anak generasi muda semakin turun akhlaknya, mereka tak kenal waktu dan malu berpasang-pasangan dengan yang bukan muhrimnya. Pacaran itu bukan budaya Islam, mereka mengambil budaya yang bukan agamanya sendiri, padahal untuk menikah itu kan ta’aruf, tapi ini pacaran menontonkan hawa nafsunya,” ujar Abu Asha dihubungi TribunJakarta.com, Senin (11/11/2019).

Mayat Pria dalam Koper di Bogor Diperkirakan Dibunuh 5 Hari Sebelumnya

Abu juga menjelaskan, banyak pendaftar acara nikah massal gratis tersebut yang mengalami “kecelakaan” atau married by accident alias hamil lebih dulu sebelum menikah.

“Gak jarang yang daftar ke kami ini 50persen sudah terjadi kecelakaan, artinya hamil duluan, tapi tentu kami tolak yang seperti itu tidak boleh kami nikahkan,” kata Abu.

Abu menjelaskan pihaknya prihatin dan miris melihat hal tersebut sudah dianggap seperti hal yang wajar, dan bukan hal yang tabu lagi.

“Banyak soalnya yang hamil duluan dan biasa saja, sudah jadi bukan hal yg tabu. Malah mereka menganggap kejadian seperti itu bukan hanya dialami oleh keluarganya, tapi banyak kasus serupa lainnya. Ini sangat rusak, hamil duluan sudah seperti hal  yang wajar, ini tidak benar,” pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved