Tanggapan Warga Soal Akan Naiknya Iuran BPJS Kesehatan

Namun rencana kenaikan iuran tersebut ditanggapi kritis oleh masyarakat. 

Tanggapan Warga Soal Akan Naiknya Iuran BPJS Kesehatan
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Pasien BPJS mengantre di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah akan menaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai 1 Januari 2020.

Namun rencana kenaikan iuran tersebut ditanggapi kritis oleh masyarakat. 

Mayoritas masyarakat berharap pemerintah lebih dulu mengutamakan pelayanan ketimbang menaikan iuran.

"Kalau saya sih maunya ya jangan dinaikin dulu karena kan mayoritas yang pakai BPJS itu masyarakat menengah, kasihan kalau dinaikin," kata salah satu warga pengguna BPJS Kesehatan, Edy (30) yang sedang berobat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Edy mengatakan, ia dan dua anggota keluarganya sudah beberapa tahun menggunakan BPJS Kelas II.

Kendati selama ini rutin membayar iuran tersebut, untuk kenaikan iuran dengan tarif baru dirasanya cukup memberatkan.

Pasalnya kenaikan mencapai dua kali lipat. Untuk Kelas II misalnya, dari semula Rp 51.000 menjadi Rp 110.000.

"Ya terasa juga lah, apalagi kan saya ada tiga orang yang pakai BPJS sama anak istri. Kalau cuma bayar satu mah masih mendingan," ujarnya.

Hal senada disampaikan Joko (44) yang sedang mengantar orangtuanya berobat menggunakan BPJS Kesehatan.

Kendati kecewa, ia berusaha berpikir positif terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Namun, ia meminta pasien peserta BPJS tetap diprioritaskan.

"Nggak apa-apa naik, namanya sudah diputuskan kita mau gimana lagi. Tapi tolong lah jangan dianaktirikan dengan yang bayar reguler, pelayanannya harus tetap diutamakan," katanya.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut telah ditetapkan dalam Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang diteken Presiden Joko Widodo pada 24 Oktober 2019 silam.

Adapun tarif terbaru untuk Kelas I dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000, kemudian kelas II dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 dan kelas III dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved