Pria Misterius Minta Ginjal Anak SD

Terkait Kasus Pria Misterius Minta Ginjal Siswa SD, Kak Seto Soroti Kinerja Satgas Anak Tangsel

Satgas Perlindungan Anak harus berperan dalam kasus-kasus seperti itu, yang lokusnya kecil, di lingkungan sekolah.

Terkait Kasus Pria Misterius Minta Ginjal Siswa SD, Kak Seto Soroti Kinerja Satgas Anak Tangsel
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kak Seto ketika dijumpai awak media di SMAN 87 Jakarta, Rabu (17/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Pemerhati Anak, Seto Mulyadi atau yang karib disapa Kak Seto, menyoroti peran Satgas Anak di Tangerang Selatan (Tangsel) terkait kasus pria misterius yang meminta ginjal siswa SDN Bambu Apus 02, Pamulang, Tangsel.

Kak Seto menganggap Tangsel sebagai kota yang memperhatikan anak-anak dengan membentuk Satgas Perlindungan Anak.

Satgas Anak adalah seksie perlindungan anak-anak yang ada di kepengurusan RT dan RW.

Menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) itu, Satgas Perlindungan Anak harus berperan dalam kasus-kasus seperti itu, yang lokusnya kecil, di lingkungan sekolah.

"Tangsel itu di setiap RTnya sudah dibentuk seksie perlindungan anak. Kita enggak hanya bisa mengandalkan polisi saja. Polisi juga sibuk penuh aktivitas juga, dan tidak bisa sampai ke tempat-tempat yang seperti di lingkungan-lingkungan seperti itu," ujar Kak Seto saat dihubungi awak media, Senin (11/11/2019).

Kak Seto mengatakan akan memantau Satgas Perlindungan Anak di Tangsel.

Ia ingin Satgas pertama di Indonesia itu bisa berfungsi sebagaimana awal didirikan.

"Kami dari LPAI akan memantau terus Satgas Perlindungan Anak apa lagi ini kota pertama yang dilengkapi dengan Satgas Perlindungan Anak dan komitmen dari ibu wali kota agar membersayakan potensi warga," ujarnya.

Kak Seto berharap Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, bisa mengontrol langsung kinerja Satgas yang dibentuknya untuk memberikan rasa aman bagi anak-anak.

Terutama bagi kasus pria yang meminta ginjal siswa.

"Makanya harus ada kontrol juga. Kontrol ini diharapkan langsung oleh Ibu Wali Kota, yang paling semangat waktu itu mendirikan Satgas Perlindungan Anak itu," ujarnya.

Ibu dari Siswa yang Ginjalnya Diminta oleh Pria Misterius di Tangsel Menduga Jaket Ojol Hanya Kedok

Tak Ada Laporan, Ini Respon Polisi Soal Kasus Pria Misterius Minta Ginjal Siswa SDN Bambu Apus 02

Derita Diabetes dan Ginjal, Ketua KPPS Kelurahan Tengah Jaktim Meninggal Dunia

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, seorang siswa SDN Bambu Apus 02, berinisial DA (9), ketakutan karena diminta ginjalnya oleh pria tidak dikenal yang mengenakan jaket ojek online.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/11/2019), sekira pukul 11.00 WIB saaat DA jalan kaki pulang dari sekolah.

Ita (32), orang tua DA, sudah melaporkan kejadian itu ke pihak guru, dan ternyata, ada seorang siswa lain yang mengalami hal serupa.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved