Ruang SDN Malangnengah II Ambruk

5 Fakta Ambruknya Ruangan SDN Malangnengah II: Dari Hujan Lebat Hingga Intuisi Kepala Sekolah

Bangunan tiga ruang kelas SDN Malangnengah II, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, ambruk hingga tak bisa digunakan lagi

5 Fakta Ambruknya Ruangan SDN Malangnengah II: Dari Hujan Lebat Hingga Intuisi Kepala Sekolah
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Tiga ruang kelas di SDN Malangnengah II, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, ambruk, Selasa petang (12/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAGEDANGAN - Bangunan tiga ruang kelas SDN Malangnengah II, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, ambruk hingga tak bisa digunakan lagi.

Beruntung peristiwa itu terjadi sekira pukul 18.00 WIB, Senin (11/11/2019), saat 200-an siswa sekolah tersebut sudah selesai kegiatan belajar mengajar (KBM).

Namun, ambruknya bangunan yang mulanya kokoh dengan genteng tebal itu menimbulkan pertanyaan dari mulai penyebab sampai nasib para siswa.

1. Hujan Lebat dan Kontur Tanah

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Malangnengah II, Saiful Haris, menduga awal penyebab bangunan tiga kelas itu rubuh karena hujan lebat yang menerpa wilayah itu dua hari berturut-turut pada Kamis (31/10/2019) dan Jumat (1/11/2019).

"Mungkin ini akibat dari bencana alam hujan deras dua hari 31 Oktober sampai 1 November sampai ada angin badai," ujar Saiful saat ditemui di sekolah.

Menurutnya hujan deras itu membuat tanah yang sebelumnya mengalami kekeringan selama lebih dari empat bulan, menjadi tidak stabil karena banyak menyerap air.

"Kan sudah lama kering lima enam bulan, hujan dua hari jadi bikin tanah itu lembek jadi tanahnya geser gitu, Pak," ujarnya.

Tanah yang bergeser itu akhirnya membuat bangunan goyang dan membuat bagian atap ambruk.

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved