Kerjasama Antara Maskapai Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air Resmi Berakhir

Satu diantaranya mengatakan kalau Sriwijaya Air telah sanggup untuk mengelola perusahaannya sendiri tanpa bantuan dari Garuda.

Kerjasama Antara Maskapai Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air Resmi Berakhir
Angkasa/dok. boeing
Sriwijaya Air 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Maskapai Garua Indonesia memastikan kalau kerjasama dengan maskapai Sriwijaya Air sudah berakhir.

Walau, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku kalau kerjasama keduanya masih berlanjut hingga tiga bulan ke depan.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan pihaknya sudah menerima surat dari Sriwijaya Air soal kerjasama keduanya.

11 Penerbangan Sriwijaya Air Batal Terbang, 400 Penumpang Menumpuk di Bandara Soekarno-Hatta

"Hubungan Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air betul-betul sudah selesai. Kemarin mereka kirim surat bagi kita secara terbuka atas pemikiran mereka soal situasi saat ini, dan kita terima baik. Kita tentunya sama-sama mendukung apapun itu dalam bidang lain dan berharap maskapai Sriwijaya bisa lebih sukses," jelas Ikhsan saat dikonfirmasi, Selasa (12/11/2019).

Ia menjabarkan kalau isi surat tersebut berisi beberapa poin dari Maskapai Sriwijaya Air.

Satu diantaranya mengatakan kalau Sriwijaya Air telah sanggup untuk mengelola perusahaannya sendiri tanpa bantuan dari Garuda.

"Waktu itu kan kami bantu karena kondisi keuangan Sriwijaya Air lagi tidak baik yang tentunya membuat nasib enam ribu karyawannya juga tidak baik, belum lagi saat itu bertepatan dengan Pemilu. Makanya, dengan dua alasan itu, kita bantu Sriwijaya untuk membenahi keuangannya, hingga akhirnya seperti saat ini," ujar Ikhsan.

Sebelumnya, Sriwijaya Air Group menunggak utang kepada PT GMF AeroAsia terkait perawatan pesawat sebesar Rp 800 miliar.

Kondisi perusahaan pun sudah berada dalam rapor merah, yaitu dalam Hazard, Identification dan Risk Assessment sudah berstatus merah 4A dengan tingkat paling parah adalah 5A.

Halaman
1234
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved