Operasi Lintas Jaya di Jakarta Timur Tekan Angka Pelanggar Jalur Sepeda

Operasi lintas jaya di jalur sepeda yang ada di Jakarta Timur bantu tekan angka pelanggar sekitar 10 persen.

Operasi Lintas Jaya di Jakarta Timur Tekan Angka Pelanggar Jalur Sepeda
ISTIMEWA/Dokumentasi Slamet Dahlan
Suasana penindakan di jalur sepeda saat operasi lintas jaya 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Operasi lintas jaya di jalur sepeda yang ada di Jakarta Timur bantu tekan angka pelanggar sekitar 10 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Slamet Dahlan.

Jalur sepeda berada di Jalan Pemuda, Pulogadung, Matraman dan lain sebagainya.

Slamet menjelaskan, berbagai upaya dari petugas terus dilakukan untuk memastikan jalur tersebut sesuai dengan fungsinya.

Satu diantaranya dengan melakukan operasi lintas jaya di jalur tersebut.

Mulai dari sosialisasi bagi pengendara sepeda motor yang melintas di jalur sepeda hingga upaya penindakan.

"Tujuan kita memang untuk mengedukasi pengendara supaya tetap menaati peraturan. Jadi kita juga lakukan penindakan kepada yang melanggar setiap kali operasi lintas jaya. Karena jalur sepeda terkadang dibuat untuk melawan arah," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (12/11/2019).

Kesadaran dari masyarakat yang masih minim, masih menjadi kendala tersendiri bagi petugas Sudin Perhubungan Jakarta Timur.

Sehingga sekira dua hari sekali, petugas Sudin Perhubungan Jakarta Timur rutin melakukan operasi lintas jaya di jalur sepeda.

Bazar Fashion dan Kuliner Semarakkan Pelantikan KFDI Riau

Robert Rene Alberts Gunakan Formasi Berbeda Jelang Persib Bandung Vs Arema FC Liga 1 2019

"Karena kita kekurangan SDM makanya kita enggak fokus di situ aja. Kita dahulukan mana yang lebih prioritas. Tapi 2 hari sekali kita lakukan operasi lintas jaya di jalur sepeda. Alhamdulillah dapat membantu menekan angka pelanggar sekitar 10 %," sambungnya.

Untuk membantu menekan angka pelanggar di jalur sepeda, upaya lain juga dilakukan yakni dengan hadirnya patroli sepeda yang rutin tiap 4 jam sekali sejak akhir bulan September lalu.

"Sebenarnya kembali lagi ke kesadaran masyarakat. Saya berharap ketika tak ada petugas yang berjaga, masyarakat juga bisa mematuhi peraturan yang ada," tandasnya

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved