Pernah Dipenjara 5 Tahun, Andri Tak Kapok dan Kembali Jadi Kurir Sabu

Lima tahun kurungan penjara atas kasus narkoba yang menjeratnya, rasanya tak berarti apa-apa dan tak memberikan efek jera kepada Andri.

Pernah Dipenjara  5 Tahun, Andri Tak Kapok dan Kembali Jadi Kurir Sabu
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Andri ketika diperiksa oleh Kapolres Metro Depok AKBP Azis Andriansyah dalam ungkap kasus narkoba di Mapolrestro Depok, Selasa (12/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Lima tahun kurungan penjara atas kasus narkoba yang menjeratnya, rasanya tak berarti apa-apa dan tak memberikan efek jera kepada Andri.

Bebas dari masa tahanan dan menghirup udara bebas, Andri malah kembali terjun ke bisnis barang haram tersebut untuk yang ke-dua kalinya.

Belum lama kembali bergelut dengan bisnis gelap tersebut, Andri pun kembali harus berurusan dengan aparat kepolisian usai dibekuk berdasarkan informasi masyarakat sekitar.

“Pelaku ini residivis, sebelumnya dalam kasus yang sama dia (Andri) pernah dipenjara selama lima tahun berdasarkan pengakuannya,” ujar Kapolres Metro Depok AKBP Azis Andriansyah di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (12/11/2019).

UPDATE Klasemen Liga 1 2019, Persib Bandung Menjauh dari Persija Jakarta Usai Kalahkan Arema FC

Barang bukti narkoba di Mapolrestro Depok, Selasa (12/11/2019).
Barang bukti narkoba di Mapolrestro Depok, Selasa (12/11/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Kali ke-dua dibekuk petugas kepolisian, Andri mengaku sebagai kurir narkotika jenis sabu dan dikendalikan oleh seseorang dari dalam lembaga pemasyarakatan.

“Dia mengaku dikendalikan oleh seseorang dari dalam lapas,” beber Azis.

Dalam aksinya, Andri menggunakan sistem tempel, dimana barang haram tersebut ditempelkan pada tiang listrik atau pun tembok dan benda lainnya disebuah tempat.

Setelah itu, Andri pun meninggalkan barang haram yang disimpan dalam bungkus kemasan minuman, dan melaporkannya ke pengendali.

“Modus operandinya adalah menempelkan barang pada tempat tertentu, kemudian dilaporkan pada pengendalinya,” kata Azis.

Jasad WNA yang Hanyut di Banten Belum Teridentifikasi, RS Polri Tunggu Keluarga Beri Data Antemortem

Lanjut Azis, setelah barang tersebut ditempelkan oleh Andri, maka si pengendali akan menginformasikannnya kembali ke pembeli dimana barang haram tersebut disimpan.

Sementara itu, Andri pun mengakui bahwa dirinya memperoleh penghasilan sebesar Rp 50 ribu dari satu kali mengantar dan menempelkan narkoba tersebut.

“Sekali antar dan tempel diupah Rp 50 ribu,” ujar Andri mengakui.

Akibat perbuatannya, Andri terancam dijerat Pasal 114 Ayat 2 UU Nomor 35 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal seumur hidup. (*)

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved