Ruang SDN Malangnengah II Ambruk

Ratusan Siswa SDN Malangnengah II Selamat dari Peristiwa Ambruknya Ruang Kelas

Kepala Sekolah SDN Malangnengah II, Saiful Haris, mengaku sudah memiliki intuisi kuat bangunan tiga kelas itu akan roboh.

Ratusan Siswa SDN Malangnengah II Selamat dari Peristiwa Ambruknya Ruang Kelas
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Saiful Haris, Kepala Sekolah SDN Malangnengah II, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, saat diwawancara di sekolah, Selasa (12/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAGEDANGAN - Sebanyak 200-an siswa SDN Malangnengah II, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, selamat dari kejadian ambruknya tiga ruang kelas pada Senin petang (11/11/2019).

Selain karena peristiwa itu terjadi saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah selesai, ada faktor sang kepala sekolah yang mempengaruhi.

Kepala Sekolah SDN Malangnengah II, Saiful Haris, mengaku sudah memiliki intuisi kuat bangunan tiga kelas itu akan roboh.

Indikasi utama adalah bangunan antara tembok dan plafon yang merenggang dan terdapat beberapa retakan.

"Jadi saya melihat pas awal itu tembok sama plafon merenggang, tuh lihat sendiri," ujar Saiful saat ditemui di sekolah sambil memperlihatkan foto ruang kelas sebelum ambruk di ponselnya, Selasa (12/11/2019).

Merenggangnya bangunan itu setelah pada Kamis (31/10/2019) dan Jumat (1/11/2019), wilayah sekolah diterpa hujan lebat berturut-turut.

Pada pekan setelahnya Saiful langsung mengumpulkan wali siswa dan membicarakan agar bangunan yang sudah ada beberapa retakan itu dikosongkan.

KBM dibuat pagi dan siang, hanya menggunakan tiga kelas di bangunan kelas lain.

Kurir Sabu Bermodus Sistem Tempel Dibekuk di Depok, Pelaku dapat Upah Rp 50 Ribu Sekali Beraksi

Stefano Lilipaly Dirawat Intensif Usai Laga Lawan Persipura, Diduga Cedera di Bagian Vital

"Kelas I, II (digabung), V dan VI masuk pagi dari jam 07.30 WIB sampai 12.00 WIB. Kelas III (A dan B) dan kelas IV dari jam 12.30 WIB sampai jam 16.30 WIB," ujarnya.

Meskipun bangunan terlihat kokoh dari tampak luar, Saiful mengaku berdasarkan intuisinya bangunan itu akan ambruk.

Intuisi itu bertambah kuat ketika Saiful melihat berita tentang robohnya SDN Gentong di Jawa Timur.

"Perasaan saya gitu bakal ambruk makanya kelasnya saya pindahin. Saya kumpulin orang tua, saya kasih tahu begini ya akhirnya jadi masuk pagi siang."

"Saya juga melihat yang SD di Jawa yang roboh, duh saya pikir bakal roboh juga ini," paparnya.

Saat ini, bangunan ambruk itu masih dilingkari garis polisi agar tidak ada yang mendekat. Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang sudah menyambangi lokasi dan berjanji akan segera memperbaikinya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved