RS Polri Belum Terima Laporan Keluraga Mayat Pria dalam Koper di Bogor

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan hingga pukul 18.30 WIB belum ada keluarga terkait mayat dalam koper

RS Polri Belum Terima Laporan Keluraga Mayat Pria dalam Koper di Bogor
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo saat memberi keterangan di Jakarta Timur, Senin (11/11/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - RS Polri Kramat Jati belum menerima laporan dari keluarga mayat dalam koper yang ditemukan di Kampung Teluk Waru, Nanggung, Kabupaten Bogor pada Minggu (10/11/2019).

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edy Purnomo mengatakan hingga pukul 18.30 WIB belum ada keluarga yang melapor sebagai anggota keluarga korban.

"Untuk jasad dalam koper sampai sekarang belum ada pihak keluarga yang datang melapor," kata Edy saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Selasa (12/11/2019).

Laporan keluarga inti pria yang kedua tangan dan kakinya dilakban agar muat dalam koper diperlukan sebagai data pembanding untuk Identifikasi.

Pasalnya korban diduga sudah dibunuh lima hari sebelum ditemukan sehingga jasad dalam keadaan membengkak dan sulit dikenali secara fisik.

Satu-satunya cara mengidentifikasi korban yakni melalui prosedur Disaster Victims Identification (DVI) yang kerap digunakan untuk mengidentifikasi korban kecelakaan.

"Tinggi sekitar 160 sentimeter, berat badan sekitar 60 kilogram. Tapi agak sulit karena jenazah sudah membengkak karena proses normal pada kematian," ujarnya.

Selain datang ke RS Polri, Edy menuturkan pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga laki-laki berusia sekitar 40 tahun bisa melapor ke Polres Bogor.

Laporan dari pihak keluarga juga membantu penyidik mengungkap kasus pembunuhan yang kini masih dalam tahap penyelidikan.

Polisi Turun Tangan Soal Polemik UMK Kabupaten Tangerang 2020

Tukang Ojek di Depok Curi Iphone X dari Sebuah kamar Kos

Jasad yang Hanyut di Banten Belum Teridentifikasi, RS Polri Tunggu Keluarga Beri Data Antemortem

"Saat ini masih dengan label Mr. X, karena keluarga belimbing datang untuk menghubungi RS Polri bersama penyidik untuk melakukan proses identifikasi," tuturnya.

Hasil pemeriksaan awal tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati sendiri mendapati adanya luka penganiayaan di bagian kepala dan wajah korban akibat hantaman benda tumpul.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved