Kontroversi Anggaran DKI Jakarta

3 Saran PSI Untuk Gubernur Anies Hindari Defisit Anggaran Rp 10,7 Triliun

solusi kedua ialah melakukan penghitungan target pendapatan dengan cermat untuk menghindari adanya defisit

3 Saran PSI Untuk Gubernur Anies Hindari Defisit Anggaran Rp 10,7 Triliun
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad (tengah) saat menggelar konferensi pers di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan sejumlah solusi bagi Pemprov DKI untuk menghindari defisit anggaran sebesar Rp 10,7 triliun.

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad menyebut, ada tiga langkah yang bisa dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Pertama, Gubernur Anies Baswedan harus menyisir ulang kegiatan yang tidak sesuai dengan Perda RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan Pergub Kegiatan Strategis Daerah (KSD)," ucapnya, Rabu (13/11/2019).

Ia mencontohkan, program kegiatan yang harus dihilangkan oleh Penprov DKI lantaran tidak sesuai dengan RPJMD dan KSD ialah Formula E.

"Formula E itu menyedot uang rakyat sekira Rp 1,2 triliun, tapi pendapatan diprediksi hanya Rp 50 miliar," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Kemudian, solusi kedua ialah melakukan penghitungan target pendapatan dengan cermat untuk menghindari adanya defisit.

"Sepengetahuan saya, BPRD (Badan Pendapatan dan Retribusi Daerah) memiliki sistem untuk memodelkan proyeksi pendapatan," kata Idris.

"Kami mohon agar BPRD mau membuka model simulasinya agar kita semua bisa mengetahui apa saja asumsi yang dipakai sehingga target pajak tahun 2020 sangat tinggi," tambahnya.

Selanjutnya, PSI juga menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melakukan konsolidasi birokrasi internal.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved