Breaking News:

Belum Teridentifikasi, RS Polri Rekonstruksi Wajah Mayat Pria dalam Koper di Bogor

Kombes Edy Purnomo mengatakan rekonstruksi wajah korban dugaan pembunuhan tersebut diharap bisa membantu proses identifikasi.

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo saat memberi keterangan di Jakarta Timur, Rabu (13/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Tim Disaster Victims Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati berupaya merekonstruksi wajah mayat pria dalam koper yang ditemukan di Kampung Teluk Waru, Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Minggu (10/11/2019).

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan rekonstruksi wajah korban dugaan pembunuhan tersebut diharap bisa membantu proses identifikasi.

"Sejak kemarin kita melakukan rekonstruksi wajah pada kasus korban jenazah di dalam koper. Rekonstruksi ini dikerjakan karena wajah korban sudah agak sulit dikenali," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Rabu (13/11/2019).

Yakni akibat proses pembusukan karena korban diperkirakan sudah dibunuh lima hari sebelum jasadnya ditemukan warga secara tak sengaja.

Pasalnya hingga kini belum ada masyarakat yang melapor ke RS Polri dan Polres Bogor karena merasa korban merupakan anggota keluarganya.

"Rekonstruksi itu ada dua hal yang dikerjakan, rekonstruksi manual dan rekonstruksi medis, melalui foto x-ray dan foto medis," ujarnya.

H-2 Persija Jakarta Vs Persela Lamongan: Kejutan Edson Tavares Hingga Misi Bomber Maut Marko Simic

Lewat hasil rekonstruksi wajah korban, Edy berharap masyarakat dapat mengenali identitas korban yang kini masih dilabeli sebagai Mr.X.

Sementara identitas korban diperlukan penyidik Polres Bogor guna mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang belum terungkap.

"Semoga hasil rekonstruksi ini bisa segera selesai dan bisa segera. Sehingga masyarakat bisa tahu kira-kira wajah jenazah seperti apa," tuturnya.

Dugaan korban dibunuh berdasarkan pada kondisi jasad yang ditemukan dalam koper, sementara kedua tangan dan kakinya diikat.

Hasil pemeriksaan awal tim dokter forensik RS Polri pun mendapati sejumlah tanda penganiayaan yang diduga luka hantaman benda tumpul di bagian kepala dan wajah korban.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved