Ahok Masuk BUMN

Menteri Erick Dikabarkan Gaet Ahok Jadi Direksi BUMN, Ini Saran Politikus PDIP

Darmadi Durianto mengatakan, keinginan menteri BUMN mengajak Ahok untuk mengisi salah satu jabatan di BUMN perlu dilihat berdasarkan kemampuannya.

Menteri Erick Dikabarkan Gaet Ahok Jadi Direksi BUMN, Ini Saran Politikus PDIP
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari kementerian BUMN dimana Menteri BUMN Erick Thohir dikabarkan akan menggaet Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mengisi jabatan disalah satu BUMN.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengatakan, keinginan menteri BUMN mengajak Ahok untuk mengisi salah satu jabatan di BUMN perlu dilihat berdasarkan kemampuannya.

"Tidak ada larangan bagi pak menteri untuk mengajak atau menunjuk siapapun termasuk Ahok jadi bos BUMN. Namun yang mesti diperhatikan adalah penempatan seseorang jadi direksi BUMN harus dilihat dari sisi kapasitas dan kapabilitasnya," kata Politikus PDIP itu kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Darmadi menambahkan, penunjukan Ahok nantinya tidak atas dasar kepentingan tertentu.

"Agar tidak terjadi konflik kepentingan di kemudian hari. Mengelola BUMN harus benar-benar orang yang memiliki integritas yang kuat," ujar Bendahara Megawati Institute itu.

Sebaiknya, saran dia, Menteri BUMN menunjuk Ahok untuk mengisi pos jabatan di BUMN yang memang benar-benar membutuhkan karakter kepemimpinan seperti yang dimiliki Ahok.

"Jangan ditempatkan di BUMN yang sudah stabil. Tapi tempatkan Ahok di BUMN yang sedang sakit. Bisa di PLN, Jiwasraya, PTPN III, Bulog. Saya kira itu pilihan tepat jika Ahok ditempatkan di BUMN-BUMN tersebut," kata dia.

PSI Tuding Pemprov DKI Pangkas Anggaran Renovasi Sekolah Demi Gelar Formula E

"BUMN-BUMN yang banyak terindikasi permainan kotor dan korupsi sangat cocok buat Ahok. Dengan kemampuan Ahok yang mumpuni, integritas yang bersih dan karakter yang kuat. Lebih baik suruh beresin BUMN yang bermasalah, bahkan saran saya Ahok diangkat saja sebagai deputy BUMN yang banyak mengurusin BUMN BUMN yang sakit dan dipenuhi masalah good governance. Mumpung lagi kosong satu kursi deputy Menteri BUMN," paparnya.

Untuk diketahui, hari ini Ahok menyambangi Kantor kementerian BUMN.

Saat ditanya awak media maksud kedatangannya ke kantor kementerian BUMN, Ahok mengaku belum tahu ia bakal mengisi pos jabatan BUMN yang mana.

"Saya tidak tahu (BUMN apa). Mungkin Desember atau November saya tidak tahu. Tanya ke pak Menteri (Menteri BUMN Erick Thohir). Saya cuma diajak untuk masuk ke dalam salah satu BUMN," ujar Mantan Gubernur DKI Jakarta itu di Kementerian BUMN, Rabu (13/11/2019).

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved