Kakek 63 Tahun Nekat Jadi Kurir 9,5 Kg Sabu, Hakim Geram: Sudah Tua Kok Banyak Tingkah

Dua terdakwa kasus sabu 9,5 Kg yang diinisiasi seorang kakek bernama Adar (63) dan rekannya Ramli Sibuea (42) menjalani perdana di Pengadilan Negeri

Kakek 63 Tahun Nekat Jadi Kurir 9,5 Kg Sabu, Hakim Geram: Sudah Tua Kok Banyak Tingkah
TribunMedan
Dua terdakwa kasus sabu 9,5 Kg yang diinisiasi seorang kakek bernama Adar (63) dan rekannya Ramli Sibuea (42) menjalani perdana di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (14/11/2019). 

"Pihak petugas beserta tim langsung melakukan pencarian terhadap terdakwa Adar dan berhasil ditangkap di Jalan Gajah Mada tepatnya di Hotel Transit," sebut Jaksa.

Setelah tertangkap, petugas kepolisian menginterogasi kedua terdakwa bahwa masih ada sabu yang disimpan di Tanjung Balai. Kemudian petugas langsung menuju Tanjung Balai bersama kedua terdakwa dan ditemukan sabu yang disimpan di belakang rumah kakak ipar terdakwa Ramli Sibuea di Jalan Selat Lancang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai.

"Saat dilakukan penggeledahan ditemukan 1 buah tas warna biru abu-abu yang didalamnya berisi sabu sebanyak 3.923 gram dan 3 bungkus plastik teh warna hijau tua bertuliskan guanyinwang yang berisikan narkotika jenis shabu dengan berat 2700 gram. Dengan demikian jumlah keseluruhan sabu yang disita seberat 9553 gram," beber jaksa Rosinta.

Sebelumnya terdakwa Adar mengakui bahwa pada tanggal 10 juni 2019, ia dihubungi Usman (DPO) dan menyuruh untuk mengambil sabu yang akan dikirim dari Malaysia ke Bagan Asahan dengan upah Rp5 juta per bungkusnya.

"Setelah barang tiba kemudian terdakwa memerintahkan terdakwa Ramli Sibuea untuk mengambil sabu di bagan Asahan. Selanjutnya tunggu perintah Usman (DPO)," ucap jaksa Rosinta.

Kemudian pada 26 Juli 2019 pukul 09.00 WIB terdakwa Adar dihubungi Usman dan memerintahkan agar sabu sebanyak 3 bungkus dibawa ke Medan dan sampai di medan nanti dihubungi lagi dan mentransfer uang jalan sebesar Rp1 juta.

"Keesokan harinya kedua terdakwa berangkat dengan naik Kereta Api dari Tanjung balai ke Medan. Dan sampai di Medan, kedua terdakwa menuju rumah makan simpang raya," sebut JPU.

Tak lama kemudian, petugas kepolisian datang dan menangkap terdakwa Adar, sebelum telah duluan mengamankan terdakwa Ramli. Terdakwa Adar juga mengaku jika sabu terjual ia akan mendapat upah Rp 5 juta per bungkusnya.

"Selanjutnya kedua terdakwa dibawa beserta barang bukti ke Kantor Ditresnarkoba Poldasu guna pemeriksaan lebih lanjut," kata JPU Rosinta.

Atas perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 (2) sub pasal 112 (2) Jo Pasal 132 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

(vic/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Hakim Nasehati Kakek 63 Tahun yang Nekat Jadi Kurir 9,5 Kg Sabu

Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved