Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Hingga Hamil Mengalami Trauma di Tangsel, Ingin Sekolah Tak Ada Biaya

Wanita 16 tahun berinisial HA korban pemerkosaan ayah tirinya selama empat tahun berturut-turut hingga hamil dua kali dan melahirkan

Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Hingga Hamil Mengalami Trauma di Tangsel, Ingin Sekolah Tak Ada Biaya
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
ILUSTRASI - Seorang paman di Pekalongan, Jawa Tengah tega perkosa keponakannya sendiri. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Wanita 16 tahun berinisial HA, sering melamun dan tiba-tiba menangis. Ia merupakan korban pemerkosaan ayah tirinya selama empat tahun berturut-turut hingga hamil dua kali dan melahirkan.

HA trauma berat, kejadian itu benar-benar mebekas.

Kini HA tinggal bersama nenek dan bibinya di bilangan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

NH sang bibi, mengatakan, sejak kasus pemerkosaan yang dilaporkan ke Polres Tangsel pada Jumat (11/10/2019) belum membuahkan hasil HA sering melamun.

Sebelumnya, HA sempat merasa lega karena perbuatan sang ayah tiri akhirnya ia ungkapakan.

"Asal dia ngelamun diajak ngobrol. Iya sering banyak ngelamun," ujar NH saat ditemui di rumahnya.

HA sudah putus sekolah sejak SD. Saat ini ia tidak ada kegiatan. Anak yang ia lahirlan pun dirawat saudaranya agar kebutuhannya terpenuhi.

NH mengatakan HA ingin kembali ke sekolah. Ditemani LBH Bang Japar, mereka sempat mendatangi kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Di sana keluarga HA meminta agar P2TP2A bisa membantu mendampingi dan mengurus kebutuhan pendidikannya.

Halaman
123
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved