Mahasiswi UI Berharap Asibilitas.id Berikan Sarana Belajar Desain Grafis ke Sejumlah SLB

Pendiri Abilitas.id akui masih memiliki sejumlah rencana setelah memberikan sarana belajar desain grafis bagi siswa SLBN 02 Jakarta, Lenteng Agung.

Mahasiswi UI Berharap Asibilitas.id Berikan Sarana Belajar Desain Grafis ke Sejumlah SLB
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana launching Asibilitas.id, Kamis (14/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Pendiri Abilitas.id akui masih memiliki sejumlah rencana setelah memberikan sarana belajar desain grafis bagi siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 02 Jakarta, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Asilibitas.id merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk memberdayakan siswa-siswi dengan keterampilan desain grafis.

Radhe dan Feni, Founder Abilitas.id di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019)
Radhe dan Feni, Founder Abilitas.id di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Abilitas.id terbentuk atas ide dari dua mahasiswi tingkat akhir Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia bernama Christella Fenisianti (22) dan Radhe Ayu Dewi Amerta Ratih (22) pada tahun 2017 lalu.

Selanjutnya, proyeknya ini baru diimplentasikan pada tahun 2019 dan resmi diluncurkan pada hari ini, Kamis (14/11/2019) di Auditorium Juwono Sudarsono (AJS), UI, Depok, Jawa Barat.

Dalam pelencurannya, hasil karya difabel dari 15 siswa SLBN 02 Jakarta juga ikut ditampilkan.

Mulai dari totebag, tumbler hingga sedotan stainless ikut ditampilkan di lantai dasar AJS.

"Semua desain memang sengaja di buat pada ketiga barang tersebut untuk mengajak masyarakat green lifestyle. Sebab kita mengambil tema Pahlawan Hijau di Era Industri Kreatif: Pemberdayaan Difabel melalui Sektor Industri Kreatif," kata Feni, satu diantara Founder Abilitas.id di lokasi.

Suasana launching Asibilitas.id, Kamis (14/11/2019).
Suasana launching Asibilitas.id, Kamis (14/11/2019). (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Tak hanya itu, hasil karya difabel itu juga bisa dibeli dengan harga Rp 150 ribu untuk totebag, Rp 85 ribu untuk tumbler dan Rp 45 ribu untuk sedotan stainless.

"Jadi karena kita masih punya rencana ke depan. 60% nya untuk para siswa dan 40% di putar lagi untuk usaha," sambungnya.

Halaman
123
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved