Mantan Teroris Bongkar Ciri-ciri Mahasiswa yang Bisa Direkrut, Singgung Pemimpin ISIS Bahrum Naim

Mantan teroris yang dirahasiakan namanya itu menuturkan awal mula mahasiwa yang menjadi targetnya.

Mantan Teroris Bongkar Ciri-ciri Mahasiswa yang Bisa Direkrut, Singgung Pemimpin ISIS Bahrum Naim
YouTube/Najwa Shihab
Mantan Teroris Beberkan Ciri-ciri Mahasiswa yang Bisa Direkrut, Singgung Sosok Pemimpin ISIS Bahrum Naim 

Sebab, anggota-anggota JAD di Medan disinyalir sudah berkembang pesat.

"Gambaran ke depannya akan ada banyak serangan-serangan yang dilakukan karena mereka merekrut banyak sekali pengantin dari berbagai kalangan, terutama anak muda.

Kemungkinan serangan terjadi pada Desember, perayaan Natal dan Tahun Baru.

Mereka akan menyerang polisi pada saat-saat itu dan mungkin juga gereja-gereja," jelasnya.

Sedangkan pengamat teroris Sidney Jones dari Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) mengatakan  "bom bunuh diri" di Polrestabes Medan, pada Rabu (13/11) sekitar pukul 08.40 WIB, terjadi karena "polisi menjadi musuh nomor satu" kelompok teroris.

Menurut Sidney, penyerangan terhadap polisi dan aset-asetnya dapat dirunut hingga 2010 ketika ada kamp pelatihan terduga teroris yang dibongkar oleh polisi di Aceh sehingga menewaskan sejumlah terduga teroris.

"Sejak itulah polisi menjadi target nomor satu, walaupun kemudian sudah ada justifikasi ideologis juga, tapi umumnya motifnya balas dendam.

Polisi adalah instansi yang menangkap dan dilihat sebagai orang yang paling legitimate sebagai target oleh mereka," papar Sidney kepada wartawan BBC News Indonesia, Liza Yosephine.

"Dan yang ditargetkan bukan Densus, yang bertanggung jawab atas memberantas terorisme, tapi justru polisi yang biasa saja," sambungnya.

Sidney menambahkan, institusi kepolisian kerapkali menjadi sasaran target serangan, karena "lebih gampang dan polisi ada di mana-mana".

Serangan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatra Utara, bukanlah serangan pertama terhadap kantor kepolisian di Indonesia.

Dalam dua tahun terakhir, setidaknya ada enam kasus serangan atas kantor kepolisian terkait terorisme.

Terakhir, tiga bulan lalu, seorang terduga teroris menyerang dua anggota polisi di Polsek Wonokromo, Surabaya, dengan menggunakan senjata tajam.

Namun Sidney mengatakan terlalu dini untuk menyebut ada korelasinya dengan JAD.

"Kita nggak tahu. Terlalu dini.

Kalau kemungkinan bahwa terkait JAD, ya ada.

Tapi Medan, apalagi sejak ISIS lahir tahun 2013, ada beberapa kasus di mana orang Medan melakukan kasus amaliyah tanpa terkait JAD," jelas Sidney. 


Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Siti Nawiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved