Korban KDRT Minta Visum

BREAKING NEWS Sehari Rumah Sakit Polri Kramat Jati Layani 3 Korban KDRT Minta Visum

Sentra Visum dan Medikolegal Rumah Sakit Polri Kramat Jati dalam sehari rata-rata melayani dua hingga tiga korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

BREAKING NEWS Sehari Rumah Sakit Polri Kramat Jati Layani 3 Korban KDRT Minta Visum
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo dan Kepala Instalasi Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati AKBP Purnamawati di Jakarta Timur, Jumat (15/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sentra Visum dan Medikolegal Rumah Sakit Polri Kramat Jati dalam sehari rata-rata melayani dua hingga tiga korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Mereka yang datang hendak membuat visum.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan hasil visum berfungsi sebagai bukti korban untuk membuat laporan ke polisi.

"Dalam satu harinya rata-rata korban KDRT yang datang membuat visum ada dua atau tiga orang."

"Kalau kekerasan seksual rata-rata satu orang dalam satu hari," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jumat (15/11/2019).

Dalam proses pembuatan visum, korban yang didampingi penyidik mendaftar di bagian administrasi lalu diarahkan ke bagian pemeriksaan.

Edy menuturkan pemeriksaan ditangani dokter spesialis di masing-masing bidang sesuai dengan jenis luka yang diderita korban.

"Korban KDRT dan kekerasan seksual bisa ditangani bedah atau bidan, tergantung luka."

"Kalau luka di wajah ditangani dokter bedah plastik. Jadi satu korban bisa diperiksa lebih dari satu dokter spesialis," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved