Kembali Operasikan Bus Zhong Tong, TransJakarta Pastikan Hapus Konten Tak Senonoh

Bus Zhong Tong asal negeri Tiongkok itu bebas dari konten negatif atau tak senonoh dan kembali operasikan.

Kembali Operasikan Bus Zhong Tong, TransJakarta Pastikan Hapus Konten Tak Senonoh
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Bus Transjakarta jenis articulated dengan merek Zhong Tong melintas di sekitar kawasan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (17/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mengaku telah melakukan pengecekan terhadap 59 bus merek Zhong Tong milik PD Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD).

Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono pun memastikan, bus asal negeri Tiongkok itu bebas dari konten negatif atau tak senonoh.

"Sesuai laporan evaluasi dan pengendalian secara teknik dan kinerja, operator telah diberikan sanksi dan menindaklanjuti seluruh yang diperintahkan, maka kebutuhan untuk pelayanan pelanggan yang diutamakan," ucapnya, Jumat (15/11/2019).

Ia pun menyebut, kini puluhan bus asal negeri Tiongkok itu sudah siap mengaspal kembali.

Meski demikian, ia tidak merinci berapa armada Zhong Tong milik PPD yang hari ini telah dioperasikan kembali.

"Sudah diperiksa semua dan dinyatakan sudah siap dijalankan. Mengenai sudah berapa yg jalan nanti akan diketahui dari laporan," ujarnya saat dikonfirmasi.

Guna mencegah kembali masuknya konten negatif dalam tayangan yang diputar di atas bus, Agung menegaskan, sebenarnya hal itu sudah diatur dalam kontrak kerjasama dengan operator bus.

"Sudah ditegaskan dalam kontrak, iklan hanya satu pintu semua melalui TransJakarta. Kemudian, operator juga dilarang menayangkan iklan," kata Agung.

"Selanjutnya, TransJakarta yang akan menyelekso seluruh konten dalam iklan," tambahnya menjelaskan.

Sebelumnya, puluhan bus merek Zhong Tong dilarang beroperasi menyusul tayangan video yang menampilkan wanita berbusana minim saat sedang melayani pelanggan.

Direktur Utama TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan, sebanyak 59 bus merek Zhong milik operator PD Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD) dilarang beroperasi imbas penayangan video itu.

"Total ada lima puluh sembilan (59) unit. Saat ini sedang stop operasi untuk pemeriksaan," ujarnya di kantor Balai Kota Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Puluhan bus tersebut disetop operasinya untuk dilakukan pengecekan dan memastikan tidak ada lagi konten tak senonoh di 59 armada bus merek Zhong Tong.

"Kami lakukan pengecekan semuanya, kami investigasi kenapa itu bisa terjadi, kami cabut kabel, kami hapus video itu, dan dilakukan oleh PPD," kata Agung.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved