Kisah Kadis, 21 Tahun Jadi Tukang Becak Demi Sekolahkan 3 Adiknya Hingga Pernah Tahan Lapar Seharian

Bila sudah tak dapat penumpang sejak pagi hingga malam hari, Kadis mengatakan selalu menahan lapar seharian.

Kisah Kadis, 21 Tahun Jadi Tukang Becak Demi Sekolahkan 3 Adiknya Hingga Pernah Tahan Lapar Seharian
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Kadis Nawawi (37), menjadi tukang becam sejak 21 tahun lalu, Jumat (15/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Demi menyekolahkan ke-3 adiknya, Kadis Nawawi (37) merantau ke Ibu Kota dan menjadi tukang becak.

Kadis merupakan warga Indramayu yang merantau sejak tahun 1998.

Sejak kecil, Kadis menuturkan jarang merasakan kehadiran ayahnya ditengah keluarga.

Hal ini lantaran sang ayah sudah lebih dulu mengadu nasib di Jakarta dengan menjadi tukang becak.

Untuk itu, guna membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, anak sulung dari 4 bersaudara ini selalu mencari ikan di laut untuk dijual lagi ketika libur sekolah.

"Bapak saya kerja di Jakarta. Otomatis di kampung kami cuma ber-5. Kalau libur sekolah saya ke laut cari ikan teri, ikan tongkol atau sotong. Nanti kalau hasilnya banyak bisa di jual. Tapi kalau sedikit buat lauk di rumah aja," jelasnya di kawasan Pondek Gede, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/11/2019).

Sekolah sambil menyambi sebagai nelayan terus dijalaninya hingga ia berusia 11 tahun dan duduk di bangku kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Karena melihat ekonomi keluarga yang tak ada perubahan, akhirnya saya mutusin buat merantau dan enggak lanjutin sekolah lagi. Saya langsung berangkat ke Jakarta nyusul Bapak saya," sambungnya.

Tanpa berpikir mencari pekerjaan lain, Kadis segera mengikuti jejak sang ayah dan menjadi tukang becak.

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved