Kisah Kadis, 21 Tahun Jadi Tukang Becak Demi Sekolahkan 3 Adiknya Hingga Pernah Tahan Lapar Seharian

Bila sudah tak dapat penumpang sejak pagi hingga malam hari, Kadis mengatakan selalu menahan lapar seharian.

Kisah Kadis, 21 Tahun Jadi Tukang Becak Demi Sekolahkan 3 Adiknya Hingga Pernah Tahan Lapar Seharian
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Kadis Nawawi (37), menjadi tukang becam sejak 21 tahun lalu, Jumat (15/11/2019) 

"Saya sudah 21 tahun bekerja sebagai tukang becak. Saya merasakan dulu penghasilan lumayan dan bisa menyekolahkan adik-adik. Tapi sekarang miris kalau kita hanya mengandalkan penghasilan dari becak," ungkapnya.

Selama 21 tahun menjadi tukang becak, Kadis mengaku sudah fase soal era kejayaan becak.

Ia menceritakan kemunduran kejayaan becak berlangsung sejak masyarakat memilih moda transportasi lain yang banyak tersedia.

Satu diantaranya ialah angkutan umum. Hingga saat ini, Kadis mengatakan harga angkutan umum masih dapat terjangkau dan lebih murah ketimbang menaiki becak.

"Pokoknya parah-parahnya itu sejak 5 tahun belakangan. Sebelumnya sudah ada kemunduran tapi memang paling terasnya pas masa pemerintahan SBY usai," katanya.

Jika dulu penumpang becak masih terbilang banyak, saat ini, dalam satu harinya penumpang becak Kadis dapat dihitung.

Bahkan ia mengatakan sering tak mendapatkan penumpang sama sekali.

"Dalam satu hari enggak dapat penumpang adalah hal biasa. Makanya saya bilang kita harus pintar-pintar cari kerja serabutan," jelasnya.

Bila sudah tak dapat penumpang sejak pagi hingga malam hari, Kadis mengatakan selalu menahan lapar seharian.

"Seringnya nahan lapar. Kalau minum ya ada karena saya ngontrak bareng yang lain ber-6. Derita dan cerita kita ya sama. Sekarang kalau enggak dapat penumpang, kerja serabutan lagi kosong ya enggak makan sama sekali. Seperti hari Rabu lalu, saya beneran enggak makan karena enggak ada uang," ungkapnya.

Pelatih Persija Jakarta Kerap Merotasi Posisi Pemain Macan Kemayoran, Ternyata Ini Tujuannya

Pemprov DKI Buka Lelang Jabatan Tinggi Madya dan Jabatan Tinggi Pratama

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved