Polisi Bongkar Prostitusi di Apartemen Kawasan Margonda Depok, Tarif Kencan Rp 2 Juta

Polres Metro Depok kembali membongkar praktik prostitusi di Apartemen Margonda Residence di kawasan Margonda, Beji, Kota Depok.

Polisi Bongkar Prostitusi di Apartemen Kawasan Margonda Depok, Tarif Kencan Rp 2 Juta
ThinkStock via Kompas
Ilustrasi Prostitusi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Jajaran Unit Kriminal Umum (Krimum) Polres Metro Depok, kembali membongkar praktik prostitusi di Apartemen Margonda Residence di kawasan Margonda, Beji, Kota Depok.

Kali ini, polisi mengamankan seorang pria berinisial DP (19) yang berperan sebagai muncikari.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Deddy Kurniawan mengatakan, terbongkarnya kasus tersebut bermula ketika pelaku menerima "pesanan" wanita dari seorang pelanggan berinisial FE.

Pelanggan tersebut, mengirim pesan pada pelaku bahwasanya minta dicarikan perempuan untuk melampiaskan nafsu bejatnya, yang masih berstatus kelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA).

Akan tetapi, pesan tersebut diabaikan oleh pelaku hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita berinisial SP (16) di daerah Jakarta Barat.

Dalam pertemua tersebut, SP bercerita bahwa dirinya tengah membutuhkan uang, dan langsung ditawarkan untuk melayani FE oleh pelaku.

"Permintaan pelaku diiyakan oleh SP yang memasang tarif Rp 2 juta. Kemudia pelaku menghubungi FE bahwa pesanannya sudah ada," ujar Deddy dikonfirmasi, Jumat (15/11/2019).

Lanjut Deddy, FE pun meminta pelaku mengantar SP ke lantai 16 Apartemen Margonda Residence.

Barulah pada Selasa (15/11/2019), pelaku tiba di Apartemen dan langsung mengantar SP ke lantai 16.

"Disana pelaku mendapat upah sebesar Rp 500 ribu, sisanya dijanjikan akan diberikan setelah SP melayani FE," tambah Deddy.

Polisi Temukan Gubuk Diduga Lokasi Tempat Rabbial Bomber Polrestabes Medan Rakit Bahan Peledak

Sempat Dikandangkan Imbas Video Senonoh, Bus Zhong Tong Kembali Mengaspal

Setelah pelaku turun, petugas Unit Krimum yang telah mengetahui keterlibatan DP dengan praktik prostitusi tersebut pun segera meringkusnya.

DP pun tak bisa mengelak, dan diamankan beserta barang bukti uang Rp 500 ribu yang baru diterimanya beserta satu unit handphone berisi percakapan perjanjian prostitusi tersebut.

Saat ini, DP pun sudah mendekam dibalik jeruji besi ruang tahanan Mapolrestro Depok, dan kasusnya tengah dalam penyelidikan lebih lanjut.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved